Air Sungai Waetuma Maluku Meluap hingga Ruas Jalan Lintas Seram, Pengendara Motor Kena Dampak

Ruas jalan lintas Seram, tepatnya di kilometer 137 kecamatan Telutih, Maluku Tengah nyaris putus akibat luapan banjir.

Kontributor TribunAmbon.com, Fandy
Air Sungai Waetuma Maluku Meluap hingga Ruas Jalan Lintas Seram, Pengendara Motor Kena Dampak 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Ruas jalan lintas Seram, tepatnya di kilometer 137 kecamatan Telutih, Maluku Tengah nyaris putus akibat luapan banjir.

Pengendara pun terpaksa mendorong kendaraanya untuk bisa sampai ke seberang jalan.

Luapan air sungai Waetuma menggenangi badan jalan hingga ketinggian mendekati lutut orang dewasa. Banjir juga membawa serta lumpur serta material batu sehingga ruas jalan nyaris putus.

Pengendara roda dua yang hendak melintas harus mematikan mesin kendaraan dan mendorong hingga ke seberang jalan.

"Paling kurang dua orang dorong sepeda motor, karena jalan juga dipenuhi batu dan lumpur," ungkap Anjhu Hayoto, Senin sore (8/6/2020).

Air Sungai Waetuma Maluku Meluap hingga Ruas Jalan Lintas Seram, Pengendara Motor Kena Dampak
Air Sungai Waetuma Maluku Meluap hingga Ruas Jalan Lintas Seram, Pengendara Motor Kena Dampak (Kontributor TribunAmbon.com, Fandy)

Sementara kendaraan roda empat harus berhati-hati ketika melintasi badan jembatan lantaran telah mengalami kerusakan.

"Yang harus ekstra hati-hati itu saat lewat jembatan. Kan luapan air bersumber dari situ. Kondisi jembatan juga sudah tidak begitu baik," ujarnya.

Menurutnya, belum tersedianya sistem drainase memperparah kondisi, karena genangan air cepat naik meski intensitas hujan tidak begitu tinggi.

Air Sungai Waetuma Maluku Meluap hingga Ruas Jalan Lintas Seram, Pengendara Motor Kena Dampak
Air Sungai Waetuma Maluku Meluap hingga Ruas Jalan Lintas Seram, Pengendara Motor Kena Dampak (Kontributor TribunAmbon.com, Fandy)

"Air cepat naik, namun sebaliknya lambat surut karena belum dibangun drainase," tandasnya.

Sementara itu, Camat Telutih, Rustandi Wailissa menyatakan, telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepada Balai Jalan dan Jembatan dan langsung dilakukan normalisasi sungai.

"Normalisasi, jadi lakukan pengerukan sungai serta pembersihan material yang memenuhi badan jalan. Jadi kini sudah bisa dilewati," kata Wailissa.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved