Dua Warga Cekcok karena BLT, Satu Tewas, Keluarga Tak Mau Makamkan Jenazah sebelum Pelaku Ditangkap

"Keluarga tidak mau mengubur jenazah Asdar sebelum Marlena juga ditangkap polisi," kata adik ipar korban.

pexels.com/it's me neosiam
ilustrasi perkelahian 

 TRIBUNAMBON.COM, SINJAI BORONG - Gara-gara bantuan langsung tunai (BLT) dua orang tetangga melakukan aksi duel dengan senjata tajam.

Akibatnya, Andi Asdar (43) yang menggunakan parang tewas ditikam dengan badik oleh tetangganya, Anwar yang membela istrinya, Marlena.

Usai duel, dan Asdar didapati tewas, keluarganya sempat menuntut agar pelaku ditangkap sebelum jasad korban dimakamkan.

Pihak keluarga enggan mengubur jenazah Andi Asdar (43), korban penikaman di Dusun Tomantang, Desa Bontosinala, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Gadis Yatim Piatu Tewas di Tangan Kuli Panggul, Harta Korban Raib, hingga Pelaku Sempat Kabur

Bocah 10 Tahun Tewas, Diduga Diperkosa, Dianiaya, kemudian Digantung Pelaku

Asdar tewas di ujung badik tetangganya pada Minggu (24/5/2020) malam.

"Keluarga tidak mau mengubur jenazah Asdar sebelum Marlena juga ditangkap polisi," kata adik ipar Asdar bernama Mahmud kepada TribunSinjai.Com di rumah duka, Senin (25/4/2020).

Setelah polisi setempat memperlihatkan foto penahanan Marlena di Polres Sinjai, barulah keluarga mau mengubur jenazah Asdar.

Korban dikubur di kebun miliknya yang terletak di bagian belakang rumahnya di Dusun Tomantang, Desa Bontosinala.

Hansip (bukan anggota BPD ) Desa Bontosinala ini tewas ditikam oleh Anwar setelah adu mulut dengan Marlena, istri Anwar.

Asdar terlibat adu mulut dengan Marlena diduga karena Marlena kesal tidak mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved