Idul Fitri 1441 Hijriah

Pesan Achmad Yurianto di Hari Idul Fitri saat Pandemi COVID-19: Tak Ada Ruang untuk Mengeluh

Idul Fitri 1441 Hijriah yang jatuh Minggu (24/5/2020) dilalui masyarakat dengan nuansa berbeda karena pandemi virus corona atau COVID-19.

Tangkap layar youtube BNPB
"Tidak ada ruang bagi kita untuk mengeluh, saling menyalahkan, kemudian tidak ikut berperan secara konstruktif dalam penanganan pandemi." 

TRIBUNAMBON.COM, JAKARTA - Idul Fitri 1441 Hijriah yang jatuh Minggu (24/5/2020) dilalui masyarakat dengan nuansa berbeda karena pandemi virus corona atau COVID-19.

Juru bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto meminta semua pihak untuk tidak mengeluh dan saling menyalahkan.

"Tidak ada ruang bagi kita untuk mengeluh, saling menyalahkan, kemudian tidak ikut berperan secara konstruktif dalam penanganan pandemi," ujar Achmad Yurianto dalam konferensi Satgas Penanggulangan COVID-19 secara daring, Minggu (24/5/2020).

Achmad Yurianto kembali mengingatkan situasi pademi ini tidak hanya dirasakan umat Islam yang merayakan hari raya Idul Fitri, tapi juga dirasakan seluruh umat di dunia.

BREAKING NEWS: Pasien Positif Corona 22.271 Orang Per 24 Mei 2020, 1.372 Meninggal, 5.402 Sembuh

Kisah Dokter Malaysia Habiskan Idul Fitri di Rumah Sakit: Bawa Suasana Hati yang Sedih ke Area Kerja

Karena itu, Achmad Yurianto meminta semua turut berpartisipasi aktif dalam melakukan tindakan pencegahan penularan COVID-19.

"Bukan hanya umat islam yang merayakan tapi juga seluruh bangsa Indonesia merasakan betapa berat situasi yang dihadapi saat ini. Namun, yakinlah dengan kebersamaan dan semangat untuk saling melindungi maka kita pasti bisa melalui ini dengan baik," ujarnya.

Achmad Yurianto menyebut Indonesia masih akan melalui tahapan yang berat.

Bahkan ia memprediksi situasi tidak akan bisa kembali seperti sebelum adanya pandemi virus corona.

Namun, Acmad Yurianto menegaskan masyarakat harus tetap produktif di masa pandemi ini dengan paradigma baru dan mengubah kebiasaan menuju kebiasaan baru menjalani kehidupan 'Normal Baru'.

"Seluruh dunia sudah mengakui ini, bahwa kita tidak akan bisa kembali ada kondisi normal seperti dulu sebelum ada pandemi. Kita harus buat paradigma baru dan merubah kebiasaan menuju kebiasaan baru. Kita harus hidup normal dengan cara yang baru," katanya.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved