Virus Corona

Meninggal karena COVID-19 saat Hamil 4 Bulan, Perawat Ari Puspita Sari Sudah Kritis saat Dirujuk

"(Dirawat) tiga sampai empat hari di RS Royal, kemudian kondisi memburuk, kami rujuk ke RSAL," ungkap Dewa.

kolase Instagram
Perawat rumah sakit Royal Surabaya meninggal akibat Covid-19. Perawat bernama Ari Puspita Sari, S.Kep., Ns. itu dalam kondisi hamil 4 bulan. 

TRIBUNAMBON.COM - Perawat RS Royal Surabaya, Ari Puspita Sari meninggal menjadi viral.

Kabar Ari Puspita Sari meninggal menjadi sorotan karena perawat itu tengah mengandung dan terpapar COVID-19.

Kronologi perawat RS Royal Surabaya Ari Puspita Sari meninggal diketahui mulai dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja hingga dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan, Surabaya.

Ia dipindahkan karena kondisi kesehatannya semakin kritis.

13 Pegawai RSUD Ambon Positif COVID-19, Mulai Perawat hingga Tenaga Non Medis

VIRAL 3 Perawat Pasien COVID-19 Dijemput Ambulans RSUD Bung Karno Solo karena Diusir dari Indekos

Saat dirujuk ke RSAL, Ari sudah diinkubasi.

Bahkan ia langsung ditangani di ICU khusus COVID-19.

Ini kronologinya:

Media sosial diramaikan dengan beredarnya video diduga seorang perawat yang tengah hamil dinyatakan positif virus corona (covid-19).
Media sosial diramaikan dengan beredarnya video diduga seorang perawat yang tengah hamil dinyatakan positif virus corona (covid-19). (Instagram/ndorobeii)

- Ari mengeluh sakit

- 8 Mei Ari diistirahatkan

- Dirawat 3-4 hari di RS Royal Surabaya

- Kesehatan memburuk

- 15 Mei dirujuk ke RSAL

- Hasil swab diambil di RS Royal

- Kondisinya kritis

- Sudah pakai inkubasi

- Ari meninggal 18 Mei pukul 10.50 WIB

 

Sebelumnya dikabarkan Tribunnews.com, Humas RS Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya SH MHKes MARS, mengonfirmasi perawat bernama Ari Puspita Sari, S. Kep., Ns., tersebut meninggal dunia.

Menurut Dewa, Ari meninggal dunia pada Senin (18/5/2020) pukul 10.50 WIB.

"Benar (meninggal dunia), pukul 10.50," kata Dewa saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin siang.

Dewa mengatakan, Ari sempat dirawat sekitar tiga hingga empat hari di RS Royal Surabaya.

Kondisi Ari kemudian semakin memburuk.

Oleh karena itu, pihak RS Royal Surabaya pun merujuknya ke RSAL.

"(Dirawat) tiga sampai empat hari di RS Royal, kemudian kondisi memburuk, kami rujuk ke RSAL," ungkap Dewa.

Tiba di RSAL Sudah Kritis

Sementara dikabarkan Surya.co.id, Humas RSAL, drg Aldiah juga mengungkapkan kronologi perawat Ari dirawat di RSAL hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Di kesempatan itu, Aldiah menceritakan kondisi Ari saat pertama kali datang ke RSAL.

Menurut pengamatannya, Ari datang sudah dalam keadaan kritis.

"Sudah pakai inkubasi saat datang. Masuk RSAL sudah masuk ruangan khusus ICU COVID-19. Jadi di RSAL itu nggak masuk ruang biasa tapi sudah masuk ruang ICU Covid," ungkap dia.

Sementara saat ditanya kondisi suami Ari sekarang, Aldiah pun tidak bisa memberikan keterangan.

"Belum tahu karena bukan pasien RSAL. 

"Kalaupun harus dites kan harus lewat tahap rapid dulu," katanya.

Aldiah membenarkan bahwa dari hasil tes Swab PCR yang dilakukan RS Royal menunjukkan bahwa Ari positif terinfeksi virus corona.

"Pas tanggal 15 masuk RSAL. Hasil swab diambil di RS Royal kan jadi sudah bisa diketahui hasilnya positif," ucap dia.

Namun Aldiah mengaku tidak mengetahui pasti kapan hasil tersebut keluar.

Aldiah memprediksi, tes Swab PCR biasanya 4-5 hari setelah pengecekan.

"Aku nggak tahu kapan keluarnya (hasil swab) tapi dirawat di RS Royal sejak 8 Mei. Kalau Swab itu kan pemeriksaan keluar 4-6 hari berarti kan bisa jadi sebelum masuk RSAL sudah keluar hasil positif itu," terang dia.

(Tribunnews.com/ Chrysnha, Widyadewi Metta)(Surya.co.id/Tony Hermawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Perawat RS Royal Surabaya, Ari Puspita Sari Meninggal: Sudah Kritis.

Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved