Bisnis Prostitusi Tetap Jalan di Tengah PSBB Covid-19, Rupanya PSK Dijerat Utang Agar Tetap Bekerja

Sementara, 101 orang lainnya turut ditangkap dalam penggerebekan, yakni PSK dan pelanggan, dikenakan sanksi PSBB yakni membersihkan fasilitas umum.

Tribun Bali
ilustrasi pekerja seks komersial (PSK) 

TRIBUNAMBON.COM - Polres Metro Jakarta Utara menggerebek lima kafe di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kelima kafe ini tetap menjalankan bisnis prostitusinya di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dilansir dari Kompas.com, dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 106 orang.

Lima di antaranya merupakan pemilik kafe dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, kelima tersangka menjerat pekerja seks komersial ( PSK) dengan utang agar tetap mau bekerja.

"Selama ini sistem perekrutannya adalah mereka diberikan utang-utang, nanti utangnya akan dibayar dari jatah atau bayaran," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Minggu (17/5/2020).

Kemudian, para pemilik kafe itu akan meminta tarif Rp 300.000 kepada para pelanggan yang datang.

Pemilik kafe mendapat bagian sebesar Rp 50.000 dari tarif tersebut.

Sedangkan sisanya menjadi jatah PSK.

Namun, uang itu ternyata harus disetor sebagai pembayar utang para PSK.

Akibat perbuatannya itu, kelima tersangka diancam dengan pasal perdagangan orang.

Sementara, 101 orang lainnya yang turut ditangkap dalam penggerebekan, yakni PSK dan pelanggan, dikenakan sanksi PSBB yakni membersihkan fasilitas umum.

(Kompas.com/Jimmy Ramadhan Azhari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemilik Kafe di Jakarta Utara Jerat PSK dengan Utang agar Tetap Bekerja

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved