Cegah Gerakan Separatis, 200 Personil Kepolisian Dikerahkan saat HUT RMS di Maluku

Sebanyak 200 personil kepolisian dikerahkan untuk antisipasi dan pencegahan perayaan hari ulang tahun (hut) gerakan separatis RMS, 25 April 2020.

Kontributor TribunAmbon.com, Fandy
Apel Pergesar Pasukan di Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Leas 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 200 personil kepolisian dikerahkan untuk antisipasi dan pencegahan perayaan hari ulang tahun (hut) gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS), 25 April 2020.

Ratusan personil yang dibekali persenjataan lengkap itu disebar disejumlah titik yang dianggap rawan aktifitas RMS, diantaranya di pulau Saparua dan pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Komisaris Besar Leo Nugraha Simatupang saat memimpin pergeseran pasukan, rabu sore (23/04/20) menyatakan, gerakan separatis tidak boleh dibiarkan merorong kedaulatan NKRI.

Untuk itu ratusan personil ini akan membantu pasukan yang telah lebih dulu berada di titik rawan untuk mencegah segala bentuk aktifitas RMS.

Dia menegaskan, tindakan tegas akan diambil jika terjadi aksi perayaan HUT RMS.

Seperti pengibaran bendera benang raja yang kerap terjadi menjelang ataupun saat hari H HUT gerakan makar itu.

"Mencegah agar tidak ada pengibaran bendera FKM/RMS. Apabila terjadi pengibaran bendera FKM/RMS agar segera di lakukan tindakan dan langkah hukum," tegasnya.

Sebelumnya, tiga eks simpatisan RMS di desa Hulaliu, Maluku Tengah mendeklarasikan diri kembali ke pangkuan NKRI dan menyatakan sikap menolak segala bentuk aktifitas gerakan RMS.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved