Ramadan 2020: Berikut 10 Manfaat Puasa Termasuk Picu Kekebalan Tubuh untuk Lawan Virus

Tidak hanya menjalankan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW saja, rupanya puasa memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ramadan 

Puasa tidak hanya bagus untuk tubuh Anda, ternyata juga baik untuk otak Anda! Berpuasa meningkatkan fungsi otak Anda dalam beberapa cara.

Pertama, puasa meningkatkan produksi hormon otak yang dikenal sebagai faktor neurotropik yang diturunkan dari otak (BDNF). Pelepasan BDNF mengaktifkan sel punca di dalam otak dan mengubahnya menjadi neuron.

BDNF juga memicu pelepasan beberapa bahan kimia lain yang baik untuk kesehatan otak Anda.

Peningkatan produksi BDNF telah terbukti melindungi sel-sel otak dari perubahan degeneratif yang terkait dengan kondisi seperti penyakit Parkinson dan Alzheimer, sementara kadar BDNF yang rendah telah dikaitkan dengan depresi dan beberapa masalah otak lainnya.

6. Meningkatkan Sistem Imun

Puasa terbukti meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.

Dengan puasa membantu memfokuskan energi tubuh untuk memerangi infeksi.

Karena itu, agar terhindar dari sakit, tahan godaan untuk mencari makanan dan fokus pada puasa.

Sementara itu beberapa peneliti di University of Southern California tertarik mempelajari kaitan antara puasa dan daya tahan tubuh.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa rasa lapar memicu sel-sel induk dalam tubuh memproduksi sel darah putih baru yang melawan infeksi.

Dilansir Kompas,com, para peneliti menyebut puasa sebagai "pembalik sakelar regeneratif" yang mendorong sel induk menciptakan sel darah putih baru.

Penciptaan sel darah putih baru inilah yang mendasari regenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh.

"Ini memberi tanda 'OK' bagi sel induk untuk terus maju dan berkembang biak membangun kembali seluruh sistem," ungkap Profesor Valter Longo dikutip dari Telegraph, Kamis (05/06/2014).

"Kabar baiknya adalah tubuh menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak, tua, atau tidak efisien selama puasa," sambungnya.

Gaya berpuasa yang berkelanjutan memaksa tubuh menggunakan cadangan glukosa dan lemak.

Tak hanya membuat cadangan lemak terpakai, tapi puasa juga merusak sel darah putih lama. Hal ini membuat tubuh menginduksi perubahan yang memicu regenerasi sel induk untuk membuat sel sistem kekebalan tubuh baru.

7. Puasa Mempercantik Kulit dan Bisa Mencegah Jerawat

Jika Anda telah mencoba krim demi krim untuk membuat kulit Anda terlihat lebih baik, Anda mungkin akan terkejut mengetahui bahwa Anda dapat mencapai tampilan yang Anda inginkan melalui puasa.

Bagaimana ini bisa terjadi? Puasa memiliki sejumlah efek yang membantu memperbaiki kulit Anda.

Pertama dan terpenting, puasa memberi tubuh istirahat dari pencernaan, memungkinkan tubuh mengeluarkan lebih banyak energi untuk mengatur dan meningkatkan fungsi organ-organ lain seperti hati, ginjal, dan kulit.

Puasa juga membantu tubuh membuang racun yang mungkin berkontribusi terhadap kondisi kulit.

8. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Dalam beberapa dekade terakhir, diabetes tipe 2 menjadi semakin masif dan umum.

Kondisi ini ditandai dengan berkurangnya sensitivitas insulin, yang mengarah pada peningkatan kadar gula dalam aliran darah.

Biasanya, ketika Anda makan, makanan mengarah ke lonjakan kadar gula dalam darah Anda.

Dalam beberapa kasus, bagaimanapun, sensitivitas tubuh terhadap insulin dapat berkurang, yang berarti bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak dan lebih banyak insulin untuk membantu mengatur kadar gula darah.

Ketika Anda berpuasa, tubuh menggunakan glukosa dalam darah dan hati karena tidak memiliki sumber energi lain, sehingga membantu menurunkan kadar gula darah Anda.

9. Membantu Mencegah Kanker

Puasa sebenarnya dapat membantu mengurangi pertumbuhan tumor dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh.

Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali.

Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa efek menguntungkan dari berpuasa pada metabolisme dapat membantu menurunkan risiko kanker.

10. Puasa Menyehatkan Jantung

Anda dapat mengurangi risiko terserang penyakit jantung melalui puasa.

Berpuasa memiliki sejumlah manfaat bagi jantung Anda.

Pertama, kita telah melihat bahwa puasa dapat membantu menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Ini penting karena orang yang menderita diabetes memiliki peningkatan risiko menderita penyakit kardiovaskular.

Selama puasa, tubuh juga membakar beberapa kolesterol LSD dalam tubuh untuk menyediakan bahan bakar.

Ini bagus di dua sisi karena kolesterol LSD merupakan kontributor utama penurunan sensitivitas insulin dan diabetes, dan karena itu juga berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah, yang keduanya merupakan faktor risiko untuk pengembangan penyakit jantung.

Puasa juga membantu mengurangi beberapa faktor risiko lain yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung, termasuk kadar gula darah, penanda peradangan, dan trigliserida darah.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati) 
Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved