Kamis, 9 April 2026

Mengenal Refly Harun yang Jabatannya Dicopot oleh Erick Thohir, Dikenal Kerapkali Kritik Pemerintah

Refly Harun dicopot jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Kolase TribunKaltim.co / Tribunnews
Resmi, Erick Thohir pecat Refly Harun dari jajaran BUMN, Senin (20/4/2020) 

TRIBUNAMBON.COM - Refly Harun dicopot jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero).

Hal tersebut dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir.

Dilansir dari Kompas.com, selain Refly, Erick juga turut mencopot tiga jajaran komisaris Pelindo I.

Ketiganya, yakni Heryadi dari jabatan Komisaris Independen, Bambang Setyo Wahyudi (Komisaris), Lukita Dinarsyah Tuwo (Komisaris) dan Winata Supriatna (Komisaris).

Nama Refly Harun sendiri sebenarnya wajah lama di Kementerian BUMN. Sebelum berlabuh di Pelindo I, dia sebelumnya sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Refly Harun selama ini dikenal sebagai akademisi kerapkali mengkritik pemerintah. Dia mengaku, tetap kritis meski ditawari masuk dalam jajaran komisaris BUMN jalan tol tersebut sejak tahun 2015.

Dikutip dari Harian Kompas, 1 November 2019, Refly Harun sempat mengkritik keluarnya revisi UU KPK yang dianggap melemahkan lembaga anti-rasuah tersebut.

Selain ini, dia menilai, ada kecenderungan makin banyaknya akomodasi terhadap kekuatan-kekuatan politik yang dilakukan Jokowi.

"Saya katakan, saya akan tetap apa adanya. Kalau pemerintah salah, saya kritik. Saya tetap berusaha netral. Sebagai akademisi hukum tata negara, saya punya kewajiban akademik untuk menyampaikan pendapat ke publik," kata Refly saat itu.

Mantan aktivis

Dikenal sebagai dosen, pria asal Palembang ini sempat mencicipi karir sebagai wartawan dan aktivis.

Lalu karirnya berlanjut menjadi pakar hukum tata negara, Staf Ahli Mahkamah Konstitusi, dan sempat menjadi Staf Ahli Presiden Bidang Hukum tahun 2014.

Refly juga sempat melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia, lalu S3 di University of Notre Dame, Amerika Serikat.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, mengatakan pencopotan Refly Harun murni sebagai langkah penyegaran di tubuh BUMN pelabuhan itu.

"Komisaris kan tidak hanya sendiri kan ada empat komisaris yang diganti. Jadi itu refreshing saja, artinya perlu refreshing di Pelindo sehingga kita ganti empat orang,” ujar Arya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved