Breaking News:

Virus Corona di Ambon

Stok Sembako di Ambon Aman di Tengah Pandemi Covid-19, Pemkot Batasi Pembelian

Sekretaris Disperindag Kota Ambon, Janes Apono mengatakan stok Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Kota Ambon masih terbilang aman.

(Kontributor TribunAmbon.com, Helmy)
Stok beras di pasar Mardika masih cukup 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Helmy

TRIBUNAMBON.COM - Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, Janes Apono mengatakan stok Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Kota Ambon masih terbilang aman.

Pasalnya, untuk sembako di Kota Ambon saat ini sangat diperlukan oleh masyarakat mengingat adanya penyebaran virus korona yang telah terdeteksi di Ambon.

Dengan begitu, sembako harus ada pada posisi aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat yang saat ini memilih mengisolasi diri secara mandiri di rumah masing-masing.

"Kalau untuk kita punya bahan pokok itu masih terkendali baik beras, gula, minyak, mentega dan lain semua itu stok kita masih terkendali untuk 2 sampai 3 bulan kedepan dan itu kita sudah cek di lapangan," ujarnya kepada media TribunAmbon.com via seluler, Jumat (03/04/20).

Menurutnya, stok yang ada masih bisa bertahan hingga dua bulan kedepan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tidak dapat mencukupi kebutuhan pangan selama mengisolasi diri secara mandiri.

Meski demikian gula pasir pada Pasaran Kota Ambon masih terbilang mahal di kisaran harga Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu perkilonya dari harga sebelumnya yang hanya Rp 14 ribu perkilo gram.

Hal berbeda dengan gula pasir kristal putih yang dijual pada pasar moderen seperti supermarket dan swalayan yakni masih dijual dengan Harga Enceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat yakni dikisaran harga Rp 12.500 perkilonya.

Komoditas gula pasir di pasaran tradisional Ambon. (Kontributor TribunAmbon.com, Helmy)
Komoditas gula pasir di pasaran tradisional Ambon. (Kontributor TribunAmbon.com, Helmy) ((Kontributor TribunAmbon.com, Helmy))

Untuk itu warga diimbau untuk membeli gula di pasaran swalayan agar tidak terlalu mebebankan masyarakat dengan harga gula yang tinggi.

Sementara itu, untuk memenuhi semua kebutuhan sembako masyarakat, pembelian beras di pasaran juga telah dibatasi.

Halaman
12
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved