Virus Corona
VIRAL Susu Disebut Dapat Cegah Infeksi Virus Corona, Dibantah Ahli: Cara Terbaik Hindari Virus
Para ahli kesehatan membantah klaim bahwa minum susu sapi dapat membantu menangkal virus corona (Covid-19).
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Fitriana Andriyani
TRIBUNAMBON.COM - Para ahli kesehatan membantah klaim bahwa minum susu sapi dapat membantu menangkal virus corona (Covid-19).
Hal tersebut seiring dengan beredarnya sebuah postingan di Facebook berjudul "Berjuang Melawan COVID-19 dengan Gelas Susu" oleh The Bullvine, situs web Amerika.
Akun yang memberikan unggahan tersebut menyebut diri mereka sebagai 'komunitas online independen untuk para profesional di industri peternakan sapi perah'.
Unggahannya pun viral dan dibagikan lebih dari 1.500 akun Facebook lainnya.
Dikatakan dalam unggahan tersebut bahwa susu dilindungi dari virus karena mengandung laktoferin, yang merupakan protein yang membantu melawan virus.
Serta Vitamin C dan Seng, yang keduanya memainkan peran yang sangat penting dalam memperkuat kekebalan Anda.
Pos tersebut sekarang telah diberi tag informasi palsu oleh Facebook karena kurangnya bukti ilmiah untuk mendukung klaim tersebut.
Dilansir dari Sky News, pakar kesehatan di Amerika Serikat (AS) mengatakan kabar tersebut menyesatkan.
"Saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit coronavirus 2019 (COVID-19). Cara terbaik untuk mencegah penyakit adalah menghindari terkena virus ini," kata Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Untuk melindungi dari infeksi, CDC merekomendasikan cuci tangan sesering mungkin, hindari kontak dekat dengan orang yang sakit, memakai masker wajah ketika merasa sakit, membersihkan dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh dan jarak sosial.
The British Nutrition Foundation menyatakan bahwa tidak ada makanan atau suplemen, dapat menyembuhkan Anda dari terinfeksi coronavirus.
"Namun demikian, memiliki pola makan yang sehat adalah penting dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh kita dan banyak nutrisi mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi," ujarnya.
Sementara vitamin C dan seng memainkan peran penting dalam sistem kekebalan tubuh, namun jumlahnya di dalam susu tidak signifikan.
"Susu sapi bukan sumber vitamin C atau seng yang baik berdasarkan definisi [Food and Drug Administration] tentang apa yang bisa disebut sumber 'baik'", Dewan Susu Nasional (NDC) dikonfirmasi ke Reuters.
NDC mendaftarkan nutrisi lain yang ada dalam susu sapi, termasuk Vitamin A, D, dan protein, yang dapat membantu menjaga fungsi kekebalan tubuh yang sehat.
British Nutritional Foundation mengatakan bahwa sementara ada beberapa bukti vitamin C dan suplemen zinc dapat membantu mengatasi flu biasa.
• Tiba Dari Bali, Satu Pejabat Polda Maluku Langsung Jalani Karantina Mandiri
• BREAKING NEWS: Jumlah Pasien Positif Corona 1.677 Orang Per 1 April 2020, 157 Meninggal, 103 Sembuh
Tidak jelas apakah mereka akan memiliki efek pada gejala coronavirus.
Sementara itu, efek laktoferin - protein yang ditemukan dalam susu sapi dan susu manusia - pada sistem kekebalan tubuh tidak banyak diketahui.
NDC mengatakan tes dengan laktoferin telah terbatas dan dengan hasil beragam.
Dr Mark Pochapin, ahli gastroenterologi di Langone Medical Center Universitas New York, mengatakan laktoferin tidak benar-benar ada manfaat untuk kesehatan yang signifikan.
Dia menyarankan bahwa orang-orang lebih menggunakan cara-cara yangtelah dikatakan oleh WHO yakni mencuci tangan, menghindari menyentuh wajah mereka, dan menjaga jarak sosial.
Sehingga dapat terhindar dari infeksi virus corona.
Update Jumlah Korban Virus Corona
Virus Corona masih mewabah di seluruh dunia, hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan adanya status pandemi global.
Hingga saat ini secara global jumlah kasus positif virus corona 873.814, kasus positif, pada Rabu (1/4/2020) malam pukul 17.45 WIB.
• Warga Luar Daerah yang Masuk Maluku Tengah Wajib Diisolasi 14 Hari, Bupati: Biaya Ditanggung Pemda
Data tersebut dilansir dari laman YouTube RoyLab Stats.
Dari data tersebut total keseluruhan secara global jumlah kematian sebanyak 43.339, sementara jumlah pasien yang sembuh sebanyak 187.163.
Sementara negara yang saat ini terdampak virus mematikan tersebut yakni sebanyak 206 negara.
Dan apabila dilihat per negara saat ini Amerikan Serikat ada di urutan pertama untuk jumlah kasus positif terbanyak, yakni 189.800 kasus.
Sedangkan di bawahnya ada Italia sebanyak 106.128, Spanyol 102.136, China 81.554, dan Jerman 72.434.
(TribunAmbon.com/Garudea Prabawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ilustrasi-minum-susu.jpg)