UN 2020 Ditiadakan Akibat Wabah COVID-19, Inilah Penentu Kelulusan Siswa SD, SMP, SMA dan SMK

Berikut disampaikan penjelasan dari Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19.

UN 2020 Ditiadakan Akibat Wabah COVID-19, Inilah Penentu Kelulusan Siswa SD, SMP, SMA dan SMK
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYAWARTA
Ilustrasi ujian 

TRIBUNAMBON.COM - Presiden Jokowi telah mengumumkan secara resmi bahwa ujian nasional (UN) 2020 dibatalkan pada Selasa (24/3/2020), baik untuk jenjang SD, SMP, SMA, maupun SMK atau pendidikan sederajat.

Lantas bagaimana untuk menentukan kelulusan bagi siswa kelas VI SD, kelas IX SMP, dan kelas XII SMA/SMK?

Berikut ini disampaikan penjelasan dari Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19).

Adapun surat edaran itu dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pada Selasa (24/3/2020).

Nadiem Makarim resmi hapuskan Ujian Nasional mulai tahun 2021 dan telah mempersiapkan program penggantinya.
Nadiem Makarim. (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa pemerintah mempunyai kepedulian yang tinggi akan kesehatan lahir dan batin bagi siswa, guru, kepala sekolah, dan semua warga sekolah.

Utamakan Keamanan dan Kesehatan Siswa, Nadiem Makarim Tiadakan Ujian Nasional 2020

Bayar SPP Pakai GoPay Sempat jadi Kontroversi, Nadiem Makariem: Nggak Ada Urusannya sama Kemendikbud

Ketentuan kelulusan

Ini ketentuan kelulusan yang disalin dari surat edaran Mendikbud yang diterima Kompas.com, Selasa (24/3/2020).

1. Ujian sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali yang telah dilaksanakan sebelum terbitnya surat edaran ini.

2. Ujian sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

3. Ujian sekolah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Halaman
12
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved