Breaking News:

Motor Curian Dijual di Grup Facebook, Pembelinya Si Pemilik Asli, Pencuri Dibekuk Polisi saat COD

Sepeda motor hilang dicuri saat lupa mencabut kunci, pria ini temukan sepeda motornya dijual di info jual beli di Facebook dan pura-pura jadi pembeli.

Dok. Polsek Wringinanom
Sepeda motor hilang dicuri saat lupa mencabut kunci, pria ini temukan sepeda motornya dijual di info jual beli di Facebook dan pura-pura jadi pembeli. 

TRIBUNAMBON.COM - Muhfid (42) nekat membawa kabur sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi W 2328 BI yang tengah diparkir di sebuah warung yang ada di depan sebuah pabrik di Dusun Tanggungan, Lamongan, Jawa Timur.

Pelaku dengan mudah membawa kabur motor yang masih terdapat kunci kontak, karena si pemilik lupa mencabutnya.

Namun, ironisnya, Muhfid tertangkap oleh pemilik motor setelah pelaku mencoba menjual motor korban.

Kejadian bermula saat korban DL (35), warga Dusun Tanggungan, Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik, lupa mencabut kunci motor miliknya.

Tak Hanya Ari Askhara, Ini 4 Direksi Garuda Lainnya yang Turut Dipecat Erick Thohir

TERBARU Perolehan Medali SEA Games 2019, Indonesia Turun ke Peringkat 4, Filipina Memimpin

Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS Kemenag 2019 Hari Ini, Cek Apakah Namamu Lolos!

Melihat kondisi tersebut, Muhfid langsung bertindak dan dengan hitungan menit dan membawa kabur motor milik DL.

Namun, siapa sangka, motor hasil curian yang kemudian dijual oleh pelaku melalui jejaring sosial dan malah diketahui oleh korban.

"Jadi, motor tersebut oleh pelaku dijual secara online, melalui info jual-beli motor yang ada di Facebook. Dan ternyata postingan itu diketahui oleh korban, yang kemudian mengajak chatting pribadi dengan berpura-pura hendak membeli motor tersebut," ujar Kanit Reskrim Polsek Wringinanom, Aipda Dwi Rahmanto, saat dihubungi, Senin (9/12/2019).

Lantaran tidak merasa curiga, lanjut Dwi, pelaku antusias melanjutkan pembahasan terkait negoisasi harga dan menyepakati untuk bertemu langsung dengan korban.

Setelah mendapati kepastian waktu bertemu, di satu sisi korban menghubungi pihak kepolisian untuk meminta bantuan.

"Saat itu disepakati harga Rp 7,9 juta. Namun, sebelum bertemu, korban sudah mengontak kami untuk ikut melihat motor yang ditawarkan," ujar Dwi.

Halaman
12
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved