Bukan Surat Pernyataan Bermaterai, Mahfud MD Ungkap Masalah Perpanjangan Izin FPI karena AD/ART

Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan permasalahan perpanjangan izin FPI itu terletak pada isi AD/ART, bukan surat bermaterai.

Bukan Surat Pernyataan Bermaterai, Mahfud MD Ungkap Masalah Perpanjangan Izin FPI karena AD/ART
TribunSolo.com/Adi Surya
Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan permasalahan perpanjangan izin FPI itu terletak pada isi AD/ART, bukan soal surat bermaterai 

TRIBUNAMBON.COM - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyampaikan perpanjangan izin organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) belum bisa diberikan.

Mahfud MD mengaku syarat perpanjangan izin FPI belum terpenuhi, sehingga pemerintah belum bisa menerbitkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Sebelumnya, Rabu (27/11/2019) Mahfud MD bersama Menteri Agama (Menag), Fachrul razi dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian telah bertemu di Kementerian Polhukam.

Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa pemerintah masih akan mempelajari Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FPI.

Saat memberikan pernyataannya dalam program Indonesia Lawyers Club, Menko Polhukam menyampaikan permasalahan perpanjangan izin FPI itu terletak pada isi AD/ART.

"Masalah yang melekat pada FPI itu adalah AD/ART-nya," ujar Mahfud MD, Selasa (3/12/2019).

Mahfud MD di ILC tvOne, Selasa (3/12/2019)
Mahfud MD di ILC tvOne, Selasa (3/12/2019) (Tangkap Layar Youtube Indonesia Lawyers Club)

Diketahui, Fachrul Razi telah menyampaikan ada surat pernyataan dari FPI yang menerangkan akan setia pada Pancasila dan tak akan melanggar Hukum.

Menurut Mahfud MD, surat pernyataan bermaterai dari FPI tersebut tidak bisa mengganti adanya AD/ART.

"Yang jadi masalah, tidak bisa isi AD/ART itu diganti dengan surat pernyataan bermaterai," jelasnya.

Mahfud menjelaskan, hanya AD/ART yang diumumkan kepada masyarakat, sehingga AD/ART merupakan dokumen yang penting.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved