Minggu, 19 April 2026

Bongkar Sarang Tawon yang Sering Ganggu Warga, Satu Bocah Tewas Disengat, 3 Lainnya Luka

Armi Fauzi (11), siswa SDN Samarang 1 asal Kampung Nangela, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, meninggal dunia karena disengat tawon.

Editor: Fitriana Andriyani
Tribunjabar/Firman Wijaksana
Seorang anak bernama Armi Fauzi (11), siswa SDN Samarang 1 asal Kampung Nangela, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, meninggal dunia karena disengat tawon, Rabu (20/11/2019). 

TRIBUNAMBON.COM - Seorang anak bernama Armi Fauzi (11), siswa SDN Samarang 1 asal Kampung Nangela, Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, meninggal dunia karena disengat tawon, Rabu (20/11/2019).

Sementara, dua teman Armi, yaitu Saeful Ulum (13), Muhammad Rizki (13) dan adik Armi, Elzar (10) mengalami belasan luka sengatan.

Diketahui tawon bersarang tak jauh dari rumah mereka.

Neni Suhaeni (60), nenek dari Rizki mengungkapkan, pada Rabu sore cucunya sedang bermain bersama Armi, Saeful Ulum, dan Elzar.

Seorang Murid Tusuk Gurunya, Cintanya Tak Direspons, Ibu Guru Sudah Bersuami

Mereka mencoba membongkar sarang tawon yang ada di bagian atap salah satu rumah warga.

Keempatnya sempat naik ke lantai satu masjid untuk membongkar sarang tawon tersebut.

Mereka menggunakan kayu panjang untuk membongkar sarang tawon.

Begitu kayu dicolokan pada sarang, tawon-tawon yang ada di sarang pun langsung menyerang keempat anak itu.

“Begitu tawonnya nyerang, mereka langsung berlarian. Rizki masuk bak kamar mandi setelah melompati jendela, Armi tidak bisa melompat jendela, karena jendelanya tinggi,” ujar Neni, saat ditemui di kediamannya di Kampung Nangela, Kamis (21/11/2019).

Neni menuturkan, saat kejadian situasi di kampungnya sedang sepi. Kebanyakan ibu-ibu sedang mengikuti pengajian.

Setelah serangan tawon berhenti, anak-anak kemudian sempat berkumpul di posyandu. Sedangkan Rizki pulang ke rumahnya.

Kopilot Wings Air Tewas Diduga Gantung Diri, Pihak Maskapai Akui Sempat Berikan Sanksi Padanya

“Setelah pulang (Rizki) langsung minta ke dokter karena sakit dari sengatan tawon, di kepalanya saja ada delapan lebih luka sengatan tawon, belum di badan, tangan dan kaki,” ujar Neni.

Rizki sempat diobati di Puskesmas Bayongbong dan juga menggunakan obat-obatan tradisional, seperti dibaluri dengan cabe.

Rizki mengatakan, dia bersama tiga teman lainnya memang sengaja membongkar sarang tawon yang kerap menganggu warga.

Mreka sudah menyiapkan kayu panjang untuk membongkar sarang tawon, serta pelindung wajah dari kardus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved