Ditinggal Mangungsi, Kambing Peliharaan Warga Dicuri 3 Pemuda, Pelaku Dihajar Massa
Tiga orang pemuda babak belur dihajar massa setelah tepergok mencuri seekor kambing milik warga yang ditinggal mengungsi.
TRIBUNAMBON.COM - Tiga orang pemuda babak belur dihajar massa setelah tepergok mencuri seekor kambing milik warga Desa Tengah-tengah, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (10/10/2019).
Ketiga pemuda ini melancarkan aksinya dengan menggunakan sebuah mobil angkutan kota saat banyak penduduk sedang mengungsi dari kampungnya karena gempa bumi.
“Ketiga pemuda itu memang memanfaatkan situasi, jadi saat warga sedang mengungsi mereka beraksi di kampung itu,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada Kompas.com, Kamis malam.
Menurut Julkisno, ketiga pemuda yang tidak disebutkan identitasnya itu dihadang warga setelah mereka akan meninggalkan kampung tersebut dengan seekor kambing yang mereka curi.
• Gempa Susulan Bermagnitudo 5.2 SR, Warga Diimbau Tak Percayai Hoaks Tsunami
• Polri Kunjungi dan Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Ambon, Jokowi Dikabarkan Segera Berkunjung
"Saat itu warga langsung mencegat mereka dan kemudian menghajar mereka,” katanya.
Julkisno mengatakan, pemilik kambing, Umar Tuharea yang mengetahui kambingnya telah dicuri tidak melaporkan kejadian itu ke polisi. Namun ia hanya meminta ketiga pelaku untuk membayar ganti rugi.
“Jadi diselesaikan secara damai, pemilik kambing hanya meminta ganti rugi saja,” sebutnya.
Julkisno pun mengingatkan warga, khususnya yang sedang mengungsi akibat gempa, agar dapat memantau rumah-rumah mereka yang ditinggalkan.
Sebab para pencuri dapat saja memanfaatkan situasi tersebut untuk melancarkan aksinya.
“Jadi baiknya bisa cek rumah-rumahnya, jangan sampai dibobol maling. Apalagi saat malam hari perkampungan sangat sepi di situlah pencuri bisa beraksi,” katanya.
• Panik Gempa Ambon, Seorang Pelajar Tewas Setelah Loncat dari Lantai 2
Banyaknya gempa susulan membuat masyarakat Ambon dan sekitarnya ketakutan dan memilih untuk meninggalkan rumah menuju tempat lebih tinggi, hindari kemungkinan tsunami.
Ribuan warga Kota Ambon, Maluku, kembali mengungsi ke lokasi-lokasi ketinggian setelah rentetan gempa susulan yang dirasakan sangat kuat getarannya mengguncang wilayah tersebut, Kamis (10/10/2019).
Warga memilih mengungsi ke sejumlah lokasi ketinggian sambil membawa anak-anak mereka dan barang-barang penting.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di kawasan Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, tampak warga mulai mendirikan kembali tenda-tenda darurat di lapangan Hatukau di kawasan tersebut.
• Terkini Gempa Ambon - Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 50 Orang
Sejumlah warga yang ditemui mengaku akan bermalam di lapangan tersebut karena takut akan adanya gempa susulan kembali terjadi.
"Iya, kita tidur malam ini di sini. Saya sudah bawa keluarga semua di sini,” kata Alimudin kepada Kompas.com, Kamis.
Warga lainnya, Hasan, mengaku sebelumnya saat gempa berkekuatan magnitudo 6,8, ia dan keluarganya juga ikut mengungsi ke lapangan Hatukau. Namun sepekan setelah itu, mereka kembali lagi ke rumah di Batu Merah.
“Hari ini kita kembali di sini lagi karena gempa tadi sangat kuat sekali, gempa terjadi berulang-ulang, istri dan anak-anak saya menangis semua,” ujarnya.
Selain di kawasan Galunggung, sejumlah lokasi ketinggian lainnya seperti di Karang Panjang, Benteng dan Kudamati serta kawasan lainnya juga telah dipadati ribuan warga yang memilih mengungsi setelah gempa terjadi.
Warga di desa-desa pesisir seperti di Galala, Passo, Lateri, Latuhalat, Poka, hingga sejumlah desa lainnya juga ikut mengungsi dari rumah-rumah mereka.
Diberitakan sebelumnya, delapan gempa susulan mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya pada Kamis siang (10/10/2019).
• Ambon Pagi Ini Diguncang 3 Gempa, Menguat Lalu Menurun
Gempa tersebut membuat warga di Kota Ambon panik berhemburan keluar dari rumah-rumah mereka untuk mencari tempat aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mencatat, dari data sementara, seorang warga di Passo dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Akibat gempa tersebut, pusat-pusat perekonomian di Kota Ambon tutup.
• Jalan Terbelah akibat Gempa 6.8 SR di Seram Bagian Barat, Begini Penampakannya
(Kompas.com Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Pemuda Dihajar usai Curi Kambing di Desa yang Ditinggal Warga Mengungsi" dan "Rentetan Gempa Guncang Ambon, Ribuan Warga Kembali Mengungsi".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/pencuri.jpg)