Satu Lagi Kelompok Tolak Separatis Papua Merdeka, Masyarakat Papua Nugini Dilarang ke Perbatasan

Kelompok separatis Papua Merdeka mendapat penolakan dari masyarakat Papua Nugini, warga dilarang ke perbatasan

Satu Lagi Kelompok Tolak Separatis Papua Merdeka, Masyarakat Papua Nugini Dilarang ke Perbatasan
Repro/KompasTV
Belasan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan ratusan simpatisan anggota separatis kelompok Goliat Tabuni mengucapkan ikrar kembali ke pangkuan NKRI. Deklarasi dilakukan Sabtu (1/7/2017) siang di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, dan dihadiri di antaranya oleh Bupati Puncak Jaya, Henok Ibo dan Danrem 173/Praja Vira Braja (PVB) Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa. 

TRIBUNAMBON.COM  - Tokoh masyarakat Papua Nugini (PNG) di perbatasan dengan Indonesia, Ray Tanji, menolak kehadiran para separatis Papua Merdeka di wilayahnya.

Dia meminta aparat berwenang untuk memulangkan mereka ke Jayapura.

Dalam wawancara dengan program radio ABC Pacific Beat, Ray Tanji menyatakan kehadiran elemen gerakan Papua Merdeka di PNG telah menimbulkan banyak masalah bagi warga perbatasan.

"Saya minta Pemerintah Papua Nugini untuk menyingkirkan orang-orang ini dari Vanimo, karena merekalah yang menimbulkan masalah di perbatasan selama ini," ujarnya.

 

Mengapa 7 Tersangka Rusuh Papua Dipindahkan ke Kalimantan Timur?

Tanji merupakan tokoh masyarakat di Wutung, Vanimo, Propinsi West Sepik yang berbatasan langsung dengan distrik Skouw, Jayapura, Indonesia.

Tanji meminta aparat PNG untuk menyelidiki kehadiran dan aktivitas elemen separatis Papua Merdeka demi menjaga keamanan warga setempat.

Menurut dia, warga masyarakat PNG di perbatasan telah menderita akibat ulah para pejuang separatis tersebut.

"Pemerintah PNG hanya perlu melakukan satu hal, pulangkan mereka ke wilayahnya sendiri, yaitu ke Jayapura," ucap Ray Tanji.

Belasan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan ratusan simpatisan anggota separatis kelompok Goliat Tabuni mengucapkan ikrar kembali ke pangkuan NKRI. Deklarasi dilakukan Sabtu (1/7/2017) siang di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, dan dihadiri di antaranya oleh Bupati Puncak Jaya, Henok Ibo dan Danrem 173/Praja Vira Braja (PVB) Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa.
Belasan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan ratusan simpatisan anggota separatis kelompok Goliat Tabuni mengucapkan ikrar kembali ke pangkuan NKRI. Deklarasi dilakukan Sabtu (1/7/2017) siang di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, Papua, dan dihadiri di antaranya oleh Bupati Puncak Jaya, Henok Ibo dan Danrem 173/Praja Vira Braja (PVB) Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa. (Repro/KompasTV)

Pada 1 Oktober lalu, dilaporkan adanya kontak senjata antara aparat militer RI dan elemen yang terkait dengan gerakan Papua Merdeka.

Akibat peristiwa itu, pihak berwenang langsung menutup akses perbatasan Indonesia - PNG di Skouw-Wutung, Distrik Muara Tami, Jayapura.

Halaman
123
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved