Penyebab Ananda Badudu, Cucu Penyusun Kamus Bahasa Indonesia Ditangkap Polisi
Inilah penyebab Ananda Badudu, cucu penyusun kamus Bahasa Indonesia JS Badudu, ditangkap polisi terlibat aksi mahasiswa demo
Mereka dipimpinan oleh polisi bernama Eko.
Eko sempat menujukkan kartu dan lencana polisi.
Sedangkan, tiga orang lainnya tidak mengenakan seragam dan menunjukkan identitas.
Eko kemudian menunjukkan surat penangkapan kepada Ananda atas dugaan keterlibatan dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/ MPR RI, Selasa (24/9/2019) dan Rabu (25/9/2019).
• Daftar Pernyataan Berani Ketua BEM UGM, Debat Lawan Yasonna Laoly, Moeldoko hingga Fahri Hamzah
"Jam 04.55 WIB, tim yang terdiri empat orang membawa Nanda ke kantor Resmob Polda Metro Jaya dengan mobil Toyota Avanza putih didampingi kawan," ujar Puri.
Puri menyebutkan, peristiwa penangkapan itu disaksikan oleh seorang satpam gedung dan dua orang tetangga Ananda.
Hingga pukul 07.07 WIB, Ananda diketahui masih berada di Polda Metro Jaya didampingi para kuasa hukumnya dari sejumlah organisasi, yakni KontraS, LBH Jakarta, LBH Pers dan Amnesty International Indonesia.
"BAP belum berlangsung, polisi masih apel. Tim kuasa hukum sudah standby," kata Puri.
Siapa Ananda Badudu?
Ananda Badudu pernah menjadi reporter Tempo dan juga Vice.
Setelah itu, dia bergabung ke lembaga Amnesty International. Selama di Tempo, Nanda pernah mendapat tugas untuk meliput di Polda Metro Jaya.
Cucu dari penyusun kamus Bahasa Indonesia, JS Badudu, ini pun berkarya di jalur seni dengan mendirikan band Banda Neira bersama temannya, Rara Sekar.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ananda Badudu: Saya Dijemput Polda karena Transfer Dana kepada Mahasiswa"
Penulis : Sabrina Asril