Malteng Hari Ini
Terima Demonstran, Ini Respon Sekda Malteng Soal Krisis Pelayanan Kesehatan RSUD Masohi
Usai berorasi di pelataran Kantor Bupati Maluku Tengah, mereka akhirnya duduk bersama dengan Sekretaris Daerah Maluku Tengah.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Tengah, Rakib Sahubawa menerima belasan demonstran yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (GEMPAR), Kamis (28/8/2025).
Para demonstran ini menyuarakan krisis pelayanan kesehatan di RSUD Masohi, mereka menyampaikan sekurangnya empat tuntutan tuk Pemerintah Daerah (Pemda) Malteng.
Usai berorasi di pelataran Kantor Bupati Maluku Tengah, mereka akhirnya duduk bersama dengan Sekretaris Daerah Maluku Tengah.
Dalam pernyataannya, Sahubawa merespon tuntutan yang disampaikan. Kata dia, aksi yang dilakukan merupakan bentuk partisipasi untuk mengontrol dan mengawasi pelayanan publik, tentu tugas Pemda ialah menghadirkan pelayanan terbaik ke masyarakat.
Disampaikan, pelayanan RSUD menjadi pelayanan penting karena menjadi pusat rujukan dari Puskesmas.
"Kondisi rumah sakit beberapa waktu lalu ada masalah, kita terus upaya perbaiki, kita lakukan pertemuan dengan rekan-rekan di rumah sakit," ujar Sahubawa.
Baca juga: Perkokoh Sinergi, Pangdam dan Kapolda Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Keamanan
Selain itu, Sekda juga menuturkan bahwa status rumah sakit sudah dikembalikan, pasalnya sempat berada pada kelas C.
"Kita sedang berupaya lakukan pengadaan komputer agar klaim (BPJS) lebih cepat dan tidak manual, itu salah satu permintaan dari RSUD," ungkap Sekda.
Dirinya juga menyoal soal rotasi petugas farmasi. Tentu bertujuan untuk menghindar dari diskriminasi serta untuk memberi pelayanan prima ke masyarakat.
"Ini sangat luar biasa, tetap kita semangat mengawal pelayanan masyarakat. Tapi mohon maaf Bupati masih di luar daerah," tukasnya.
Baca juga: Raih Penghargaan MTA 2025, CEO Tribun Network Dahlan Dahi Dinobatkan sebagai Tokoh Media Berpengaruh
Ia juga mengulas, selain BPJS pusat, Pemda juga menyediakan PBJS masyarakat untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan.
"Kemudian stok obat sudah mulai dipercepat, tidak boleh dipersulit. Ada keterlambatan klaim maka kami sediakan komputer tuk mempermudah, selain itu telah ada pembenahan tuk ketersediaan tabung oksigen," jelas Sekda.
Lebih lanjut Sekda mengatakan, RSUD Masohi memiliki dokter dan fasilitas penunjang yang cukup baik dari rumah sakit di tingkat provinsi.
"Standar rumah sakit di Maluku Tengah lebih baik dari provinsi, fasilitas dan dokternya cukup lengkap," pungkas Sahubawa.
Sekda menyadari banyak hal belum tuntas, maka dari itu upaya pembenahan ini butuh kontrol mahasiswa dengan kemampuan kritis secara objektif.
"Dan sangat baik saya berterima kasih, OKP bukan hanya organisasi kepemudaan tapi mitra strategis Pemerintah Maluku Tengah. Kita harus saling mengawal, kita juga butuh kontrol. " imbuh Sekda. (*)
| JCH Malteng Resmi Dilepas, Bupati Ingatkan Petugas Medis Fokus Jaga Kesehatan Jemaah Haji |
|
|---|
| Usulan Ranperda di Masa Sidang II, Bapemperda DPRD Maluku Tengah Mulai Proses |
|
|---|
| Reses di Maluku Tengah, Begini Kata Nono Sampono Soal Blok Lofin Seram Utara |
|
|---|
| Dinas PUPR Ungkap Puluhan Gedung Kopdes Merah Putih di Malteng Belum Punya PBG |
|
|---|
| Gaji PPPK Paruh Waktu Kemenag Maluku Tengah Mulai Disalur, Begini Skemanya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/demo-baru-malteng.jpg)