Senin, 13 April 2026

Tradisi Sasi Lompa

Mengenal Tradisi Sasi Lompa, Sudah Ada Sejak Tahun 1600

Tradisi Sasi Lompa di Negeri Haruku, Maluku Tengah Sudah ada sejak tahun 1600.

Penulis: Fredi Likumahua | Editor: Salama Picalouhata
Fredi Likumahua
Ratusan pengunjung memadati sungai Learisa Kayeli menangkap ikan Lompa/Sasi Lompa 2013 

TRIBUNAMBON.COM - Tradisi Sasi Lompa di Negeri Haruku, Maluku Tengah Sudah ada sejak tahun 1600.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kewang Haruku, Eliza Kissya kepada Tribunambon.com, Sabtu (23/10/2021)

"Sasi Lompa ini su ada sejak tahun 1600, mulai dari katong (kita) pung (punya) leluhur" ujar pria yang kerap disapa Opa Eli itu.

Tradisi ini merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan di Negeri Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Ratusan pengunjung memadati sungai Learisa Kayeli menangkap ikan Lompa/Sasi Lompa 2013
Ratusan pengunjung memadati sungai Learisa Kayeli menangkap ikan Lompa/Sasi Lompa 2013 (Fredi Likumahua)

Sasi Lompa terdiri dari dua suku kata, yakni; Sasi dan Lompa.

Sasi sendiri merupakan sebuah larangan adat yang diterapkan untuk menjaga alam. Entah itu hasil bumi maupun laut.

Sedangkan Lompa adalah jenis Ikan Sarden yang hidup di air payau tepat berada di muara sungai Learisa Kayeli.

Tahun ini acara puncak Sasi Lompa dilaksanakan pada senin, (25/10/2021).

Malam sebelum acara puncak, akan diadakan ritual buka Sasi para tua adat dengan berkeliling Negeri dengan Tifa hingga pagi hari.

Kemudian Daun Kepala kering atau Lobe dibakar. Ritual ini disinyalir untuk memanggil ikan Lompa masuk ke dalamuara sungai.

Setelah itu muara sungai akan ditutup menggunakan jaring agar ikan tidak bisa keluar.

Barulah acara puncak 'panen' Sasi Lompa dimulai oleh warga Haruku juga para pengunjung yang datang.

Opa Eli menyebut tradisi ini terbuka untuk umum jadi siapa saja bisa berpartisipasi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved