SBT Hari Ini
Tak Perlu ke Bula, Pemkab SBT Bakal Siapkan Layanan Capil Berbasis Zona
Pemkab SBT target tingkatkan layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil tahun 2026 dengan menerapkan sistem pelayanan berbasis zona.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menargetkan peningkatan layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil (Capil) pada tahun 2026 dengan menerapkan sistem pelayanan berbasis zona.
Kebijakan ini menjadi bagian dari janji politik Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, untuk mendekatkan layanan publik kepada masyarakat.
Fachri mengatakan, selama ini pelayanan Capil masih terpusat di ibu kota kabupaten sehingga menyulitkan masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan yang harus menempuh jarak jauh untuk mengurus dokumen kependudukan.
“Seperti janji politik saya, saya ingin dekatkan pelayanan itu ke masyarakat supaya semua tidak harus datang ke SBT,” ujar Fachri saat diwawancarai awak media di Kantor DPRD SBT, Kamis (18/12/2025).
Baca juga: Siap Nanti Tersangka? Jaksa Kantongi Audit Kerugian Keuangan Negara Korupsi di MTs Negeri Ambon
Baca juga: Sampah Meluber, Jalanan Menuju Kantor Bupati Buru Jadi Kumuh
Ia menjelaskan, Pemkab SBT sebenarnya telah membagi wilayah pelayanan Capil ke dalam tiga zona.
Namun, pada tahun 2026 baru dua zona yang dapat dilayani secara optimal karena keterbatasan anggaran daerah.
Zona pertama berada di wilayah Wirinama yang akan melayani Kecamatan Wirinama, Siwalalap, dan daerah sekitarnya.
Di wilayah ini, Pemkab SBT akan menempatkan mesin pelayanan administrasi kependudukan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pelayanan di Bula.
“Nanti di Kecamatan Wirinama kita siapkan mesin untuk pelayanan catatan sipil di sana,” lanjut Fachri.
Sementara zona kedua berada di Pulau Gorom yang akan melayani wilayah Tapil Tiga hingga Kecamatan Teor.
Menurut Fachri, wilayah ini menjadi prioritas karena faktor geografis dan jarak tempuh masyarakat yang cukup jauh ke pusat pemerintahan kabupaten.
“Tahun depan kita baru bisa mengadakan dua mesin baru. Satu kita tempatkan di Wirinama dan satu lagi di Pulau Gorom untuk melayani dua zona itu,” jelasnya.
Sementara itu, zona Seram Timur yang direncanakan berpusat di Kota Geser belum dapat direalisasikan pada tahap awal.
Meski belum seluruh desa dapat terlayani, Fachri menegaskan penerapan sistem zonasi Capil ini setidaknya sudah memangkas jarak pelayanan dan meringankan beban masyarakat.
“Belum semua desa kita layani, tapi minimal sudah kita dekatkan,” katanya.
Dirinya berharap, jika pada APBD Perubahan tersedia tambahan anggaran, maka pelayanan Capil di zona Seram Timur juga dapat segera diwujudkan.
“Kalau di perubahan ada anggaran, kita tambah lagi untuk di Seram Timur,” tutupnya.(*)
| Angkat Identitas Daerah, PDI Perjuangan SBT Dorong Makanan Khas Sagu Dipatenkan |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini, PDI Perjuangan SBT Dorong Hilirisasi Sagu Lewat Lomba Gulung Pepeda |
|
|---|
| SBT Dapat 200 Unit BSPS, Pemda Diminta Aktif Usulkan Data Warga |
|
|---|
| Program BSPS di Negeri Hote SBT Ditolak Kades, Tim Pendamping Pilih Alihkan ke Desa Lain |
|
|---|
| Efisiensi Rp117 Miliar, Bupati SBT Akui Banyak Program Pembangunan Tertunda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Fachri-Husni-A.jpg)