Bakar Kampus
Ini Daftar Nama Terduga Pelaku Demo HMI di Unpatti Berujung Pengerusakan dan Pembakaran
Sejumlah fasilitas kampus dirusak dan dibakar dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.00
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Aksi demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pattimura (Unpatti) berujung ricuh.
Sejumlah fasilitas kampus dirusak dan dibakar dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIT.
Dari sejumlah video yang beredar luas di media sosial, teridentifikasi beberapa nama yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Mereka disebut berada di lokasi saat pengerusakan dan pembakaran berlangsung.
Berdasarkan rekaman visual yang beredar, berikut sejumlah nama yang diduga terlibat:
-Ramdani Chaniago Rahamyamtel
-Salman Sombalatu
-Asri Tuhahey
-Andi Nurlette
-Ikbal Rumagia
-Muhammad Dzunun Almuluk
-Basry Zaki Pelupessy
-Ibnu Abdillah
-Rasya Raditya Rasyid
-Oskar Waekero
Baca juga: Sidang PT Tanimbar Energi: Sekda Akui Tak Laporkan Hasil Telaah, Disposisi “Diteliti” Jadi Sorotan
Baca juga: BADKO HMI Benarkan Demo Berujung Bakar Fasilitas Unpatti Dilakukan Kader: Itu Komisariat
Beberapa di antaranya bahkan tampak jelas dalam video saat berada di sekitar gazebo sebelum api membesar.
Saat ini diketahui pihak Universitas Pattimura Ambon yang diwakili Wakil Rektor (WR) III, Nur Aida Kubangun telah membuat laporan pidana di SPKT Polresta Ambon.
Namun saat ditemui TribunAmbon.com dirinya enggan berkomentar.
"Nanti di Kampus saja ya," cetusnya sembari terus berjalan.
Diberitakan sebelumnya, suasana kampus Universitas Pattimura mendadak mencekam.
Asap hitam terlihat mengepul tinggi dari halaman Fakultas Ekonomi dan Bisnis setelah sebuah gazebo di area kampus disiram bahan bakar jenis bensin dan dibakar.
Dalam rekaman yang beredar, massa tampak berkumpul di halaman FEB.
Beberapa orang terlihat menyiram bensin ke tiang-tiang gazebo, lalu menyalakan api hingga kobaran membesar dan melalap bangunan tersebut.
Tak berhenti di situ, aksi juga disertai dengan pemecahan kaca, perusakan papan informasi, hingga adu mulut dan kontak fisik dengan petugas keamanan kampus.
Situasi yang semula merupakan forum penyampaian aspirasi berubah menjadi aksi anarkis yang merusak fasilitas pendidikan.
Peristiwa ini sontak mengubah wajah kampus yang seharusnya menjadi ruang akademik dan dialektika ilmiah menjadi arena penuh ketegangan.
Hingga berita ini diterbitkan, TribunAmbon.com masih berupaya mengonfirmasi Rektor Fredy Leiwakabessy serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Teddy Christianto Leasiwal.
Namun, keduanya belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden pembakaran dan pengerusakan fasilitas kampus tersebut.
Insiden ini menjadi perhatian luas masyarakat Maluku. Banyak pihak menilai tindakan anarkis tersebut mencederai semangat demokrasi kampus dan merusak marwah lembaga pendidikan.
Semua mata kini tertuju pada proses hukum terhadap para pihak yang diduga terlibat, serta langkah pemulihan fasilitas kampus pasca-kerusakan.
Penegakan aturan dan evaluasi sistem pengamanan kampus pun dinilai menjadi agenda mendesak agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kampus kebanggaan masyarakat Maluku ini.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ruang pendidikan seharusnya tetap dijaga sebagai tempat bertukar gagasan secara kritis dan beradab, bukan arena kekerasan yang merugikan banyak pihak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Bakar-kampus-HMI-brutal.jpg)