Minggu, 26 April 2026

SBT Hari Ini

Pemkab SBT Dorong Sagu Jadi Menu Program Makan Bergizi Gratis

Saat ini pembahasan pemanfaatan sagu masih dilakukan secara internal bersama dinas terkait, sebelum nantinya diajukan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
PROGRAM MBG - Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena saat launching Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 6 Bula, Desa Bula, Kecamatan Bula, Kabupaten SBT, Senin (2/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten SBT mendorong pangan lokal sagu sebagai menu Program MBG, Rabu (4/2/2026).
  • Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT, Nofel Alkatiri menilai sagu memiliki potensi besar untuk dijadikan salah satu komponen utama dalam menu MBG, khususnya sebagai sumber karbohidrat dan energi bagi penerima manfaat.
  • Ia menjelaskan, saat ini pembahasan pemanfaatan sagu masih dilakukan secara internal bersama dinas terkait, sebelum nantinya diajukan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendorong pangan lokal sagu sebagai menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (4/2/2026). 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT, Nofel Alkatiri menilai sagu memiliki potensi besar untuk dijadikan salah satu komponen utama dalam menu MBG, khususnya sebagai sumber karbohidrat dan energi bagi penerima manfaat.

“Kita di SBT juga tidak diam, kita punya sagu. Kita lagi bahas bagaimana menu MBG itu salah satunya adalah sagu,” ujarnya.

Baca juga: Baru 5 SPPG Beroperasi, Program MBG di SBT Masih Tahap Uji Coba

Baca juga: ‎Jalan Kaki dari Papua Hingga ke Maluku, Begini Cerita Musafir GenZ

Ia menjelaskan, saat ini pembahasan pemanfaatan sagu masih dilakukan secara internal bersama dinas terkait, sebelum nantinya diajukan ke Badan Gizi Nasional (BGN).

“Itu lagi didiskusikan di internal, di dinas. Mudah-mudahan kalau dia berkembang, kita akan diskusikan dengan Badan Gizi Nasional,” katanya.

Namun demikian, Nofel menegaskan bahwa pemanfaatan sagu dalam menu MBG tetap harus melalui perhitungan dan kajian dari tim ahli gizi.

Terkait bentuk penyajian, Nofel menyebut sagu tidak akan disajikan secara konvensional, melainkan diolah agar sesuai dengan standar dan kemasan MBG.

“Tapi nanti dihitung oleh tim ahli gizi, karena ini menyangkut standar gizi. Nggak mungkin sagu lemping kita masukin dalam ompreng, mungkin mie sagu atau nadi sagu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, apabila proses kajian dan pembahasan tersebut berjalan lancar, menu berbahan dasar sagu bisa mulai dihadirkan secara berkala dalam program MBG.

“Kalau kita sudah sampai, insya Allah MBG berikutnya itu mungkin satu minggu atau satu dua kali ada menu sagunya di dalam,” katanya.

Kata dia, dorongan penggunaan sagu sebagai salah satu menu MBG termasuk bagian dari strategi jangka panjang agar pangan lokal tetap hidup dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Dirinya berharap ke depan Program MBG dapat menjadi ruang kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengangkat pangan lokal seperti sagu.

“Insya Allah nanti kalau memang MBG bisa diajak kerja, karena MBG ini pemerintah pusat yang turun langsung, kita di sini satgas, jadi kita bisa kerjasama dan kolaborasi yang baik,” tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved