Ambon Hari Ini
Balap Liar dan Standing Motor Masih Marak di Ambon, Warga Minta Pemerintah Bangun Sirkuit Permanen
Salah satu lokasi yang kembali menjadi arena aksi ugal-ugalan para pemotor yakni di Jalan Pattimura, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (24/5/2026)
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Aksi balap liar hingga atraksi standing roda depan masih marak terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon.
- Aktivitas berbahaya itu bahkan berlangsung di jalan umum yang digunakan masyarakat.
- Salah satu lokasi yang kembali menjadi arena aksi ugal-ugalan para pemotor yakni di Jalan Pattimura, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (24/5/2026) dini hari.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Aksi balap liar hingga atraksi standing roda depan masih marak terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon.
Aktivitas berbahaya itu bahkan berlangsung di jalan umum yang digunakan masyarakat.
Salah satu lokasi yang kembali menjadi arena aksi ugal-ugalan para pemotor yakni di Jalan Pattimura, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (24/5/2026) dini hari.
Pantauan TribunAmbon.com, sekelompok remaja terlihat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi sambil melakukan atraksi standing atau mengangkat roda depan motor di tengah jalan raya.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan lain serta berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Ironisnya, aksi balap liar dan atraksi motor itu masih terus terjadi meski patroli kepolisian beberapa kali terlihat melakukan pengawasan di kawasan tersebut.
Jalanan yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan umum pun berubah menjadi arena akrobatik para pemotor pada malam hingga dini hari.
Salah seorang warga, Hendro Erupley, mengaku fenomena tersebut sebenarnya menjadi bentuk penyaluran hobi dan bakat anak muda di bidang otomotif.
Baca juga: ZW Ngaku Masalah Diselesaikan di Kepolisian, CN dan ND Kompak Pilih Tak Berkomentar
Baca juga: Sempat Jadi Sorotan, Begini Mekanisme Penyaluran Bantuan Atensi oleh Kantor Pos
Namun menurutnya, lokasi yang digunakan sangat tidak tepat karena dilakukan di jalan umum.
“Ini sebenarnya anak-anak menyalurkan hobi dan bakat mereka, tapi tempatnya salah karena dilakukan di jalan umum,” kata Hendro kepada TribunAmbon.com, Minggu (24/5/2026).
Ia menilai kondisi itu membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar aksi serupa tidak terus berulang.
Menurut Hendro, salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan yakni menghadirkan fasilitas khusus seperti sirkuit permanen bagi komunitas otomotif dan pembalap muda di Kota Ambon.
“Harus ada perhatian pemerintah. Misalnya dibuat sirkuit permanen supaya mereka punya tempat yang aman untuk latihan dan menyalurkan hobi,” ujarnya.
Warga berharap aparat kepolisian terus meningkatkan patroli dan penindakan terhadap aksi balap liar yang meresahkan masyarakat, terutama pada malam hingga dini hari.
Selain mengganggu ketertiban umum, aksi standing dan balap liar di jalan raya juga dinilai dapat membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya. (*)
| Dugaan Penipuan, Warga Rumah Terdampak Longsor di BTN Gadihu Laporkan Pengembang ke Polda |
|
|---|
| Program Car Free Night Rencana Diluncurkan Juni 2026, Wajah Baru Wisata Malam Kota Ambon |
|
|---|
| Kades se-Kecamatan Teluk Ambon Kampanye Anti Korupsi, Kejati Tekan Kelola Dana Desa Transparan |
|
|---|
| Ikut Menenun, Anggota DPD RI Anna Latuconsina Apresiasi Pengarajin Tenun Tanimbar |
|
|---|
| 14 Hari Berlalu, Pemkot Masih Cari Pengembang BTN Gadihu Indah di Negeri Batu Merah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Balap-standing.jpg)