Senin, 4 Mei 2026

PLN UIW MMU

PLN Dorong Electrifying Lifestyle di Maluku melalui Program Konversi Motor Listrik

PT PLN (Persero) kembangkan ekosistem kendaraan listrik di Ambon lewat program sertifikasi bengkel konversi.

Tayang:
Istimewa/PLN UP3 Sofifi
PLN MMU-Peserta mengikuti pelatihan konversi dan perawatan motor listrik dalam program sertifikasi bengkel yang digelar PLN di Ambon, sebagai upaya mendorong ekosistem kendaraan listrik dan peningkatan keterampilan SDM lokal. 

Ringkasan Berita:
  • PT PLN (Persero) kembangkan ekosistem kendaraan listrik di Ambon lewat program sertifikasi bengkel konversi.
  • Program libatkan 140 peserta dan hasilkan puluhan motor listrik serta tenaga terampil.
  • Selain ramah lingkungan, program ini buka peluang usaha dan tingkatkan kualitas SDM lokal.

TRIBUNAMBON.COM – PT PLN (Persero) terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di wilayah timur Indonesia melalui Program Sertifikasi Bengkel Konversi dan Maintenance Motor Listrik di Kota Ambon. 

Program ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi ramah lingkungan sekaligus memperkuat penerapan electrifying lifestyle di tengah masyarakat.

Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan SMK Negeri 4 Ambon dan Politeknik Negeri Ambon ini menyasar guru, dosen, siswa, hingga mahasiswa sebagai penerima manfaat utama.

Selain memberikan pelatihan teknis, program juga menghadirkan dukungan peralatan konversi motor listrik guna mendukung pengembangan bengkel binaan di lingkungan pendidikan.

General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, mengatakan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak hanya berbicara mengenai penggunaan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga tentang kesiapan SDM lokal dalam menghadapi transformasi sektor energi dan transportasi.

“PLN tidak hanya membangun ekosistem kendaraan listrik dari sisi infrastruktur, tetapi juga menyiapkan SDM dan kompetensi lokal agar masyarakat dapat mengambil peran dalam perkembangan industri kendaraan listrik di masa depan,” ujar Noer.

Hingga saat ini, program tersebut telah melibatkan 140 peserta yang terdiri dari guru, dosen, siswa, dan mahasiswa.

Sebanyak 10 guru dan dosen telah tersertifikasi, sementara dua bengkel binaan juga telah dilengkapi dengan peralatan konversi motor listrik secara lengkap. Selain itu, sebanyak 36 unit motor telah berhasil dikonversi menjadi kendaraan listrik.

Program ini juga memberikan dampak nyata bagi peserta dan masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan keterampilan.

Penggunaan kendaraan listrik dinilai mampu menekan biaya operasional kendaraan dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak. 

Di sisi lain, peserta juga memperoleh keterampilan baru di bidang otomotif listrik, instalasi sistem kelistrikan, manajemen baterai, hingga troubleshooting kendaraan listrik.

Tidak hanya itu, program ini turut membuka peluang lahirnya usaha baru di bidang konversi dan perawatan motor listrik. 

Peserta yang sebelumnya hanya memiliki keterampilan dasar kini mulai memiliki kemampuan untuk mengembangkan bengkel mandiri dan usaha berbasis teknologi ramah lingkungan.

Ke depan, PLN juga akan terus mengembangkan program melalui peningkatan standar bengkel binaan di SMK Negeri 4 Ambon dan Politeknik Negeri Ambon agar dapat mendukung penerbitan izin uji kelayakan teknis kendaraan konversi.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung proses administrasi kendaraan konversi bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Maluku.

Melalui program ini, PLN berharap pengembangan kendaraan listrik di Maluku tidak hanya mendukung pengurangan emisi dan transisi energi bersih, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi baru dan meningkatkan daya saing SDM lokal di era teknologi berkelanjutan.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved