Rabu, 15 April 2026

SBT Hari Ini

Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Jadi Keluhan Warga Desa Liantasik Seram Bagian Timur

Keluhan itu disampaikan langsung kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Istimewa
DESA LIANTASIK - Reses anggota DPRD Kabupaten SBT Rifai Kelkusa saat reses di Desa Liantasik, Kecamatan Siritaun Wida Tumur, SBT, Maluku, Rabu (27/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Warga Desa Liantasik, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, keluhkan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Keluhan itu disampaikan langsung kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi PDI-Perjuangan, Rifai Kelkusa, saat melakukan agenda reses di desa mereka, Rabu (27/8/2025).

Kegiatan yang digelar untuk menyerap aspirasi masyarakat itu akhirnya menemukan dua masalah mendasar yang harus dinikmati warga setempat, yakni pendidikan dan layanan kesehatan.

Selain itu, warga juga menyampaikan masalah lain  terkait infrastruktur jalan dan jembatan yang dinilai kurang memadai.

Di sektor kesehatan, masyarakat meminta agar pelayanan di Puskesmas ditingkatkan dari 12 jam menjadi 24 jam. 

Selain itu, mereka berharap fasilitas kesehatan yang masih kurang segera dilengkapi oleh pemerintah.

Baca juga: 3 Kapal di Pelabuhan Slamet Riyadi Siap ke Namlea, MBD, dan Maluku Utara, Kamis 28 Agustus 2025

Baca juga: Bakal ada Skema Penambahan ADD tuk Negeri Peserta Banda Heritage Festival di Maluku Tengah

"Untuk kesehatan, warga minta agar pelayanan kesehatan di Puskesmas yang hanya 12 jam harus menjadi 24 jam, fasilitas kesehatan yang masih kurang juga warga minta untuk dilengkapi," ujar Kelkusa.

Sementara itu, di bidang pendidikan, warga meminta perhatian serius dari Pemerintah Daerah, baik dari pihak eksekutif maupun legislatif, untuk memenuhi kebutuhan fasilitas penunjang di sekolah.

"Saat ini, banyak mobiler sekolah yang kurang, contoh seperti kursi dan meja. Karena saat ini jumlah siswa lebih dari mobiler yang ada," lanjutnya.

Kelkusa menegaskan bahwa semua aspirasi yang diterimanya akan disampaikan kepada Bupati Fachri Husni Alkatiri dan Wakil Bupati Mohammad Miftah Toha Rumarey Wattimena dalam sidang paripurna.

"Sebagai perwakilan dan perpanjangan tangan dari rakyat, terutama Dapil II, saya berkewajiban menyampaikan semua keluhan ini," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved