Sabtu, 25 April 2026

Malteng Hari Ini

‎Weekend Seru, Pantai Rutah Kecamatan Amahai Jadi Pilihan Warga

Bagaimana tidak, ‎Deburan ombak, semilir angin sepoi-sepoi, kerikil pantai serta pasir hitam menarik siapa saja yang melintas.

Tribunambon/silmi
PANTAI RUTAH - Nampak Pantai Rutah, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah, Minggu (10/8/2025). 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Akhir pekan atau weekend ialah momen yang banyak ditunggu-tunggu bagi para pekerja maupun para pelajar.

‎Salah satu pantai ikonik di Kabupaten Maluku Tengah, Pantai Rutah atau Pantai Kaca di Negeri Rutah, Kecamatan Amahai menjadi pilihan yang sayang jika dilewatkan bagi pelancong.

Bagaimana tidak, ‎Deburan ombak, semilir angin sepoi-sepoi, kerikil pantai serta pasir hitam menarik siapa saja yang melintas.

Duduk sebentar di bawah rimbunnya pohon menghilangkan penat berkendara.

‎Letak Pantai Rutah 13 Km dari Ibu Kota Masohi jika dilihat melalui Google Maps, dengan waktu tempuh 20 menit dengan kendaraan roda dua. 
Baca juga: Dispend Maluku Tengah Rekrut Fasilitator Gugus, Komitmen Naikan Indeks Pembangunan Manusia

Baca juga: GMPRI Demo Desak Kapolres Buru Tindak Tegas Penambang Ilegal Gunung Botak

‎Berlokasi tepat di bagian paling ujung Negeri Rutah, pesisir Jalan Trans Seram lintasan ke arah Seram Selatan hingga Seram Bagian Timur (SBT). 

‎Pantai ikonik itu ramai dikunjungi sanak keluarga hingga para muda-mudi terlebih saat akhir pekan, seperti pada Minggu (10/8/2025) kemarin. 

‎Belakangan, tak ada biaya masuk yang dikenakan, pasalnya pantai tidak dikelola seperti sedia kala. 

‎Lantaran tak dikenakan biaya, fasilitas umum masih terbatas, seperti diantaranya, tak ada tempat sampah dan minimnya fasilitas MCK.

‎Salah seorang pengunjung, Cia Lestaluhu mengatakan bahwa ini kali kedua ia mengunjungi Pantai Rutah.

‎"Ini kali kedua saya berkunjung, kebetulan ini Hari Minggu akhir pekan, jadi menghabiskan waktu untuk refreshing sebentar," ujar Cia.

‎Ia menjelaskan, saat pertama kali berkunjung fasilitas penunjang masih layak. 

‎"Paling sayang, soalnya waktu pertama datang pantai paling cantik, pengelola bikin gazebo dan lain-lain," tukasnya.

‎Selain itu, ia menceritakan banyak gazebo dan ornamen alam menambah estetika pantai kala itu.

‎"Dulu ada kedai yang punya ornamen dari kulit kerang, tapi sekarang sudah tidak ada lagi," jelasnya.

‎Dirinya berharap, adanya perhatian lebih dari pemerintah, agar kondisi pantai menjadi lebih baik dan tertata kembali.

‎"Kita berharap agar tempat ini bisa dapat perhatian lebih, karena letaknya paling strategis di tepi jalan seperti ini," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved