Pemkot Ambon
Sosialisasi Literasi Digital, Lekransy: Awasi Anak di Ruang Medsos
Sosialisasi Literasi Digital disampaikan oleh Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan KESRA, dan Plt. Kadis Kominfo Sandi Ronald Lekransy.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan KESRA, Ronald Lekransy mengapresiasi giat Literasi Digital yang diinisiasi Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon.
Apresiasi itu disampaikan dalam sambutan kegiatan bertema 'Pengawasan Orang Tua di Ruang Media Sosial di Gedung Cristy Natalia, Rabu (25/6/2025).
Menurutnya, literasi digital mengimplementasi salah satu program prioritas Wali Kota yaitu melanjutkan pembangunan Smart City.
“Jika berbicara mengenai Ambon smart city, ada banyak indikator pengukur yang mestinya kota ini penuhi, dan salah satu indikatornya terkait dengan Literasi Digital, yang secara subtansi membicarakan tentang kemampuan individu, masyarakat menggunakan teknolgi digital secara efektif dan bertanggungjawab,” kata Lekransy yang juga Plt. Kadis Kominfo Sandi itu.
Dalam tanggungj awab itu, lanjut Lekransy, Kominfo sudah melakukan sosialisasi Literasi digital kepada kurang lebih 1000 anak remaja dan pemuda di Kota Ambon.
Kali ini sasarannya adalah orang tua dengan harapan bahwa orang tua dapat mengetahui, memahami resiko dan tantangan apa yang dapat berdampak buruk bagi anaknya ketika tidak diawasi aktivitas anak pada ruang digital.
Baca juga: Korupsi Pengelolaan Anggaran PT. Bipolo Gidin Rp. 41 Miliar, Sekda Bursel dan 5 Pejabat Diperiksa
Baca juga: Taman Pahlawan Nasional Maluku Mulai Dibersihkan: Rumput Dipangkas, Patung Berlumut Menyusul
Lanjutnya, saat ini tantangan orang tua adalah memastikan anaknya Agar Anak terhindar dari bahaya seperti Cyberbulling (perundungan online) , Predator (child Grooming) , dan Ketagihan Gadget, karena masing – masing penyebab ini akan berdampak buruk bagi Kesehatan mental dan masa depan anak.
“Masifnya Tingkat penetrasi internet yang didominasi oleh gerenasi Gend Z , Mileneial (usia 12 – 43 tahun), mestinya semakin mengelisakan para orang tua, karena banyak pengalaman bahwa anak ketika mengalami ancaman tiga hal dimaksud bukan cuma soal Kesehatan mental, tetapi anak bisa sampai mengambil Langkah untuk mengakhiri kehidupannya,” ungkapnya.
Untuk mengatasinya, tambah Lekransy, Orang tua perlu untuk memantau Gadget Anak, Batasi waktu penggunaan gadget, Ajak anak untuk berkomunikasi (berbicara jujur), Orang Tua harus menjadi contoh yang baik.
”Dalam tanggungjawab pengawasan Orang Tua diruang Media Sosial, maka perlu memastikan bahwa anak – anak siap menghadapi tantangan dunia Digital, Menjaga keseimbangan pemanfaatan teknologi dan interaksi sosial, serta memastikan Kesehatan mental anak tetap terjaga,” tutup Lekransy. (*)