Pemda Malteng
Wakil Bupati Maluku Tengah Gandeng BPS Temui Pedagang Pasar Binaiya Masohi
Pantauan TribunAmbon.com, Wabup menuju ke Pasar Binaiya Masohi sekira pukul 10.30 WIT menyusul BPS Malteng yang tengah melakukan pendataan harga pasa
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata gandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Tengah temui pedagang tuk mengecek sejumlah harga komoditas di Pasar Binaiya Masohi, Senin (21/4/2025).
Pantauan TribunAmbon.com, Wabup menuju ke Pasar Binaiya Masohi sekira pukul 10.30 WIT menyusul BPS Malteng yang tengah mendata harga pasar.
Sesampainya di lokasi, Wabup Mario didampingi Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) langsung meninjau area khusus pasar subsidi yang berada di Utara pasar.
Wabup menyempatkan waktu berbincang dengan para pedagang serta pembeli.
Terpantau, harga sejumlah komoditi pasar masih melambung tinggi, seperti diantaranya, harga cabai rawit Rp. 90 ribu, harga bawang putih dan bawang merah Rp. 55 ribu, dan harga ikan Rp. 20 ribu per lima ekor ikan momar sedang.
Selain memantau harga barang, Wabup Mario juga memantau secara langsung ketertiban pasar mulai dari area trotoar hingga jalanan di dalam bahkan di luar Pasar Binaiya Masohi.
Pasalnya, Sabtu (19/4/2025) lalu, Disperindag Kabupaten telah melaksanakan penertiban pedagang yang berjualan luar area pasar semisal di atas trotoar, jalan hingga di atas drainase.
Saat menemui pedagang yang masih berjualan di luar area pasar, secara persuasif Mario meminta agar para pedagang bisa menempati lapak yang berada di dalam pasar.
Baca juga: Perbaikan SKKL Selesai, Layanan Telkomsel & IndiHome di Tiga Wilayah Maluku Ini Kembali Normal
Baca juga: UPDATE! Jadwal KRL JOGJA - Solo untuk 22 - 23 April 2025: Tarif Rp 8.000
"Bapa, ibu dong (kalian) maso (masuk) bajual di dalam (pasar) jua, Katong pemerintah ni mau yang terbaik untuk semua pihak. Biar Kita Masohi ni Katong (kita) bisa tata akang deng Bae Bae," pinta Mario.
Selain itu, Mario juga memastikan akan mengevaluasi segala bentuk keluhan yang disampaikan oleh pedagang dan pembeli agar memberi solusi terbaik.
"Beri Katong waktu untuk bekerja, setelah ini Katong akan evaluasi," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang sayur merespon penjelasan wakil bupati, kata dia ketika masuk dalam pasar dagangannya tidak terlalu laris.
"Katong ini bajual dari subuh, dan kalau maso ka dalam pasar tu kadang laku, kadang seng (tidak laku). Mar (tapi) kalau Katong maso, ya berarti samua harus ikut maso, biar adil to bapak," jawab si pedagang.
Mengakhiri penyampaiannya, pedagang lansia itu mengaku akan mengikuti arahan wakil bupati, ia juga berharap agar pemerintah bisa memperhatikan pedagang kecil di Pasar Binaiya Masohi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Mario-Pasar.jpg)