Rabu, 13 Mei 2026

Lebaran 2025

Anyaman Ketupat Paling Dicari Masyarakat Tual Sehari Jelang Idulfitri, Pembeli: Lebih Praktis

pedagang ayaman ketupat mulai menjamur di pasar Marren, Kota Tual, Provinsi Maluku, sehari jelang lebaran, Minggu (30/3/2025).

Tayang:
Megarivera Renyaan
ANYAMAN KETUPAT -- Nampak ibu-ibu dari Ohoi Faan Kabupaten Maluku Tenggara, tengah menganyam sambil menjajakan anyaman ketupat di Pasar Marren, Kota Tual, Minggu (30/3/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Memasuki H-1 jelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, pedagang ayaman ketupat mulai menjamur di pasar Marren, Kota Tual, Provinsi Maluku, Minggu (30/3/2025).

Pantauan TribunAmbon.com, beberapa pedagang anyaman ketupat tersebar sepanjang jalan masuk ke pasar Marren (arah pelabuhan Yos Sudarso).

Mereka terdiri dari ibu-ibu yang berdomisili di Ohoi (Desa) Faan, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Nampak ada sekitar lima pedagang anyaman ketupat, yang berjejer di sepanjang jalan tersebut, mereka menempati lapak sederhana milik penjual takjil.

Baca juga: Polres Tual Siagakan 300 Personel Amankan Malam Takbiran 

Baca juga: Tumpukan Sampah Kembali Menggunung di Pasar Langgur Maluku Tenggara

Bukan hanya ketupat yang dijajakan ada juga sereh, lengkuas dan daun jeruk hasil dari kebun sendiri.

Memang momentum Idulfitri dimanfaatkan oleh semua kalangan untuk meraup rejeki.

Ita pedagang anyaman ketupat mengatakan dirinya berjualan daun ketupat di Pasar Marren lantaran di Kota Tual didominasi penduduk muslim.

"Pastinya masyarakat disini lebih membutuhkan anyaman ketupat, sebagai pelengkap menu hari raya 

Tentunya lebih praktis, hemat dan tidak makan waktu," ujarnya antusias.

Kata dia, biasanya masyarakat baru membeli anyaman ketupat ini sehari jelang lebaran, karena masyarakat masih menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait hari lebaran.

"Lagian harganya lumayan murah, satu ikat hanya dibandrol Rp. 5 ribu saja, sedangkan untuk sereh, daun jeruk, dan lengkuas semuanya Rp.5 ribu," terangnya.

Menurutnya, dari pagi-pagi dirinya dan beberapa kelompok sudah datang berjualan, dan memang pembelinya membludak.

"Jadi kita bagi tugas ada yang menjual dan juga yang menganyam ketupat, lumayan laku lah namun saya belum sempat menghitung totalnya," ujar Ita.

Sementara Idrus salah satu pembeli anyaman ketupat mengatakan, setiap tahun pasti menyempatkan untuk membeli, selain praktis hemat waktu.

"Memang setiap tahun wajib untuk membeli tepatnya di H-1, lebih praktis juga sebagai pelengkap rendang dan opor ayam tentunya," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved