Bentrok di Maluku Tenggara
DPRD Maluku Minta Pemkab Maluku Tenggara Jangan Lamban Tangani Bentrok
Ketua Komisi I DPRD Maluku Solichin Buton meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) responsif terhadap bentrok
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komisi I DPRD Maluku Solichin Buton meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) responsif terhadap bentrok di Landmark Langgur, Minggu (16/3/2025) lalu.
Permintaan tersebut menyusul lambannya penanganan dari Pemkab maupun Forkopimda Kabupaten, dalam meredam bentrokan antar dua kelompok pemuda tersebut.
"Kami meminta Pemkab Malra lebih responsif, juga terhadap forkopimda lakukan patroli minimal sekali dalam satu pekan," ujarnya saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Sabtu (22/3/2025).
Menurutnya, koordinasi dengan tokoh adat, masyarakat dan pemuda harus diperkuat.
"Bila perlu turun ke lapangan agar memberi kesan Negara hadir menjamin Kamtibmas, cari akar permasalahan dan selesaikan agar tidak terulang kembali kejadian bentrok yang memakan korban jiwa," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Bentrok antar sekelompok pemuda kembali terjadi di kabupaten Maluku Tenggara(Malra), Minggu (16/3/2025) dini hari.
Imbas dari peristiwa ini menyebabkan 16 orang warga dan anggota Polres Malra terluka.
Korban terluka dari warga berjumlah 7 orang. 2 diantaranya meninggal dunia. Sementara korban dari anggota Polres Malra berjumlah 9 orang.
Umumnya, para korban mengalami luka-luka akibat terkena tembakan senapan angin, anak panah dan parang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Bentrok-kodok.jpg)