Gunung Lewotobi Erupsi
Gunung Lewotobi di NTT Meletus, Muntahkan Kolom Abu Setinggi 8.000 Meter dan Hujan Batu 15 Menit
Gunung Lewotobi Laki-laki, di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami letusan dahsyat pada Kamis (20/3/2025) malam.
TRIBUNAMBON.COM -- Gunung Lewotobi Laki-laki, di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami letusan dahsyat pada Kamis (20/3/2025) malam.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan bahwa tinggi kolom material letusan mencapai 8.000 meter di atas puncak kawah.
Kolom abu yang teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, condong ke arah barat daya dan barat.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 476 mm dan durasi 11 menit 9 detik.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ambon, Ramadan Hari ke-21, Jumat 21 Maret 2025
Baca juga: Kapendam XV Pattimura Akui Bakal Selediki Dugaan Gudang Sianida Milik Oknum TNI di Pulau Buru
Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, untuk sektor barat daya, utara, dan timur laut, jarak aman ditetapkan sejauh 8 kilometer.
Dengan situasi yang masih tidak menentu, warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Dampak Letusan
Letusan Gunung Lewotobi melontarkan kerikil hingga mencapai Desa Waiula Hewa dan Lewotobi.
Hujan batu berlangsung selama 15 menit, dan suara letusan terdengar hingga ke Kabupaten Lembata.
"Suara letusan terdengar seperti guntur, namun sangat berbeda karena ada getaran kuat," kata Yeni Namang, seorang warga Lewoleba, Ibu Kota Lembata.
Letusan ini mirip dengan kejadian serupa pada 3 November 2024, dan hingga saat ini belum ada informasi mengenai korban jiwa.
Warga Pasrah
Warga di sekitar Gunung Lewotobi tidak menyadari bahwa aktivitas gunung tersebut telah meningkat.
Ketika letusan terjadi, mereka berhamburan untuk menyelamatkan diri.
"Kami mau lari, tidak bisa, pasrah saja," ungkap Suzana Wanda, seorang warga Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Suzana mengaku baru pertama kali merasakan hujan kerikil, meskipun desanya berjarak sekitar 9 kilometer dari gunung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Gunung-Lewotobi-Laki-laki-meletus-20-maret.jpg)