Minggu, 3 Mei 2026

Gunung Lewotobi Erupsi

Gunung Lewotobi di NTT Meletus, Muntahkan Kolom Abu Setinggi 8.000 Meter dan Hujan Batu 15 Menit

Gunung Lewotobi Laki-laki, di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami letusan dahsyat pada Kamis (20/3/2025) malam.

Tayang:
Tribunflores.com/Ho-Posmat Gunung Lewotobi Laki-Laki
ERUPSI - Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur NTT melaporkan telah terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 20 Maret 2025 pukul 22:56 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 8.000 meter di atas puncak (± 9.584 meter di atas permukaan laut). 

TRIBUNAMBON.COM -- Gunung Lewotobi Laki-laki, di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami letusan dahsyat pada Kamis (20/3/2025) malam.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan bahwa tinggi kolom material letusan mencapai 8.000 meter di atas puncak kawah.

Kolom abu yang teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, condong ke arah barat daya dan barat.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 476 mm dan durasi 11 menit 9 detik.

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ambon, Ramadan Hari ke-21, Jumat 21 Maret 2025

Baca juga: Kapendam XV Pattimura Akui Bakal Selediki Dugaan Gudang Sianida Milik Oknum TNI di Pulau Buru

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, untuk sektor barat daya, utara, dan timur laut, jarak aman ditetapkan sejauh 8 kilometer.

Dengan situasi yang masih tidak menentu, warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Dampak Letusan 

Letusan Gunung Lewotobi melontarkan kerikil hingga mencapai Desa Waiula Hewa dan Lewotobi.

Hujan batu berlangsung selama 15 menit, dan suara letusan terdengar hingga ke Kabupaten Lembata.

 "Suara letusan terdengar seperti guntur, namun sangat berbeda karena ada getaran kuat," kata Yeni Namang, seorang warga Lewoleba, Ibu Kota Lembata.

Letusan ini mirip dengan kejadian serupa pada 3 November 2024, dan hingga saat ini belum ada informasi mengenai korban jiwa.

Warga Pasrah

Warga di sekitar Gunung Lewotobi tidak menyadari bahwa aktivitas gunung tersebut telah meningkat.

Ketika letusan terjadi, mereka berhamburan untuk menyelamatkan diri.

"Kami mau lari, tidak bisa, pasrah saja," ungkap Suzana Wanda, seorang warga Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Suzana mengaku baru pertama kali merasakan hujan kerikil, meskipun desanya berjarak sekitar 9 kilometer dari gunung.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved