Maluku Terkini
Jembatan Ambruk, Warga Maluku Tenggara Kesal Dari Camat Dan Pemda Tak Kunjung Datang
Warga Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kembali mengeluh soal ambruknya jembatan penghubung Rumadian-Dian di Kecamatan Manyeuw.
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Warga Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) kembali mengeluh soal ambruknya jembatan penghubung Rumadian-Dian di Kecamatan Manyeuw.
Pasalnya, setelah ambruk Selasa (11/3/2025) pada, pukul 05:30 WIT dini hari hingga kini belum ada tinjauan dari Camat, Pemda ataupun Dinas teknis terkait.
Padahal Jembatan tersebut merupakan jalur utama penghubung puluhan ohoi di tiga kecamatan yakni kecamatan Manyeuw, Hoat Sorbay dan Kei Kecil Barat.
Rio salah satu warga yang hendak melewati jembatan tersebut mengemukakan, Jembatan ini sudah sering rusak namun tetap saja minim perhatian dari Pemda dan Pemprov Maluku.
"Sampai jam ini belum ada kunjungan dari pihak Pemda bahkan camat pun belum turun, padahal sudah viral di sosial media," kesalnya.
Menurutnya, Jembatan ini kan langganan rusak jadi jika sudah seperti ini diharapkan cepat tanggap, kasian warga harus putar jauh ke jalan tol biaya dua kali lebih besar.
"Jangan cuma mau yang baik-baik saja kalau begini turun ke masyarakat dan lihat apa yang dibutuhkan, di koordinasikan agar cepat selesai," pintanya.
Untuk diketahui, Jembatan penghubung Rumadian-Dian, di Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ambruk saat dilintasi mobil penumpang berkapasitas 10 orang, Selasa (11/3/2025) dini hari.
Akibat kejadian tersebut, mobil, penumpang dan sopir
ramai-ramai di evakuasi warga sekitar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jembatan-rumadian-Dian-ambrook.jpg)