Selasa, 21 April 2026

Waragonda Terbakar

Saniri Negeri Haya Lapor Balik PT. Waragonda Minerals Pratama

Saniri Negeri Haya Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) bergerak mengambil sikap.

Silmi
KEPALA SANIRI - Potret Kepala Saniri Negeri Haya, M Tahir Pia saat diwawancarai TribunAmbon.com, Minggu (23/2/2025). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Saniri Negeri Haya Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) bergerak mengambil sikap. 

Kini, PT. Waragonda Minerals Pratama dilapor balik ke pihak kepolisian setempat atas tuduhan pelecehan sasi adat. 

Kepada TribunAmbon.com, Minggu (23/2/2025), Kepala Saniri Negeri Haya, M. Tahir Pia (72) mengaku laporan telah dibuat Sabtu (22/2/2025) kemarin.  

"Kemarin saya dan anggota Saniri melakukan pelaporan ke Polsek Tehoru jam 14.00 WIT," akui Tahir.
 
Ia bersama dengan anggotanya berangkat ke Polsek dan melaporkan tindakan pelecehan sasi adat. Mereka tak lupa menyurati Koramil Tehoru atas insiden tersebut.

"Ini wewenang kami, karena jabatan adat ini. Semua insiden kemarin bermula dari peristiwa (pemicu) baru ada perubahan (akibat)," tegas Tahir. 

Pasalnya kata dia, sasi adat adalah atati (nilai luhur) yang patut dihormati.

"Moral negeri mau dikemanakan. Karena perusahaan ini belum ada izin desa, tapi mereka beroperasi. Seakan penegasan kami tidak diiyakan, makanya kami sasi sementara," terang pria kelahiran Haya itu. 

Saat prosesi sasi adat dilakukan 'manyimpang negeri'. Karena itu, ia sangat menyesalkan insiden pengrusakan hingga berujung pembakaran.

"Kalau kemarin dong seng (tidak) merusak sasi, berarti seng merembet begini," tuturnya. 

Diungkapkan, Saniri se-Kecamatan Tehoru Telah melangsungkan rapat Latupatih di Negeri Hatumete Sabtu (22/2/2025) kemarin, membicarakan tentang peristiwa naas ini.

"Katong orang Kecamatan Tehoru malu. Semua orang Seram malu, kalau Katong punya adat dinista," sesalnya. 

Terpisah, pihak Polsek Tehoru membenarkan laporan pengrusakan sasi adat oleh Saniri Negeri Haya

"Iya, pelaporan kemarin di Polsek Tehoru terkait pengrusakan sasi adat," terang sumber terpercaya kami. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved