Minggu, 10 Mei 2026

Info Daerah

Tradisi Husafara, Ribuan Warga Padati Pantai Negeri Hitu, Santi: Ajang Silaturahmi 

Tradisi ini rutin digelar di Negeri Hitu setiap tahun pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam. Husafara disebut warga bertujuan un

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Maula Pelu
Ribuan warga memadati pantai Negeri Hitu untuk mengikuti tradisi tahunan Mandi Safar, Rabu (28/8/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ribuan warga memadati pantai Negeri Hitu untuk mengikuti tradisi tahunan Mandi Safar, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Husafara, Rabu (28/8/2024).

Tradisi ini rutin digelar di Negeri Hitu setiap tahun pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Islam.

Husafara disebut warga bertujuan untuk menangkal mara bahaya.

Pantauan TribunAmbon.com, Pukul 16.30 WIT, tradisi itu tidak hanya diikuti warga setempat, tetapi juga warga dari Kota Ambon dan sekitarnya. 

Alhasil, kawasan pantai pun menjadi makin padat.

Dalam prosesi itu, warga lokal juga menyediakan makan gratis bagi pengunjung, menyediakan berbagai kudapan hingga makan besar; Lamet, ketupat, dan aneka lauk pauk lainnya.

Baca juga: Resmi Mendaftar di KPU SBB, Hehanussa Ajak Calon Lain Jaga Kamtibmas

Baca juga: Deklarasi Duet di Pilwalkot Ambon, Bodewin Wattimena -Elly Toisuta Tawarkan Visi Beta Par Ambon

Kepada TribunAmbon.com, salah seorang pengunjung dari Kota Ambon, Santi mengaku sering mengikuti prosesi itu. 

“Ini sangat menarik sekali, memberikan nuansa Islam yang baik. Juga mengapresiasi ritual tolak bala ini, karena dipercaya pada Bulan Safar  banyak bala yang datang. Prosesi ini menjadi metode tolak bala, dan sangat menarik karena masih dipelihara di Negeri Hitu,” ujarnya.

Santi juga menambahkan bahwa tradisi ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga dari berbagai Desa di Pulau Ambon. 

"Harapan saya, tradisi ini harus dilestarikan. Selain sebagai ritual keagamaan, juga sebagai proses silaturahmi antar banyak orang. Kita bisa lihat, saling sapa dan berkenalan. Ini sangat baik," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved