Senin, 13 April 2026

Ambon Hari Ini

Erosi Sungai Wailela Ambon Makin Parah: Sembilan Makam Hanyut

Pantauan TribunAmbon.Com Sabtu (8/6/2024), di lokasi, erosi telah menyebabkan longsor besar, yang mengakibatkan makam warga hanyut.

Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Maula Pelu
Salah satu makam yang terdampak erosi Sungai Wailela, Sabtu (8/6/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Erosi tebing Sungai Wailela di Negeri Rumah Tiga, Kota Ambon semakin parah dan mengancam keberadaan tempat pemakaman umum di kawasan tersebut.

Pantauan TribunAmbon.com Sabtu (8/6/2024), sudah sebanyak sembilan makam hanyut terbawa derasnhya aliran sungai setelah sebelumnya terjadi longsor.

Kepada TribunAmbonc.om, salah seorang warga setempat,  Tinus Elwarin membenarkan itu.

Katanya, kejadian berlangsung hari Jumat (7/6/2024) saat hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kota Ambon dan sekitarnya.

"Ada sekitar 9 makam yang hancur akibat longsor, dan dari jumlah tersebut, hanya satu atau dua makam yang berhasil diangkat, sementara yang lainnya hanyut terbawa arus sungai," jelas Tinus.

Longsor yang makin para di area bantaran sungai Wailela, Desa Rumah Tiga, Kota Ambon, Sabtu (8/6/2024).
Longsor yang makin para di area bantaran sungai Wailela, Desa Rumah Tiga, Kota Ambon, Sabtu (8/6/2024). (TribunAmbon.com/ Maula Pelu)

Baca juga: Sejam di Banda Neira Maluku: Bisa ke Benteng Belgica dan Rumah Pengasingan Bung Hatta

Baca juga: BPJN Maluku Kerahkan Alat Berat tuk Bersihkan Longsor di Tehoru, Toce Leuwol: Menuju Lokasi

Dijelaskan, sebelum keadaan ini semakin parah, warga telah melaporkan masalah ini ke Balai Sungai sejak 2022, bahkan melakukan demonstrasi untuk meminta perhatian balai.

Namun, hingga saat ini belum ada penanggulangan yang optimal dari pihak berwenang.

“Pada 2022, kami sudah melaporkan ke Balai Sungai hingga demo, Pemerintah desa juga telah melaporkan keadaan ini. Tapi belum ada penanganan,” sebutnya.

Dijelaskan, setelah kejadian ini, hanya pemerintah desa yang datang untuk meninjau lokasi dan memberikan beberapa terpal penutup longsor tersebut untuk sementara.

Ia berharap akan hal ini, pemerintah segera mengantisipasi hal tersebut, sebelum makam seutuhnya terdamppak. 

“Kalau memang pemerintah tidak melihat, kami mau apa lagi. Artinya mau menangis buat siapa lagi,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved