Tradisi Pukul Sapu
Tradisi Pukul Manyapu di Negeri Morella: Meriahkan Acara Tradisi sambil Dukung Produk Lokal
Hal ini disampaikan langsung oleh Raja Negeri Morella, Fadil Sialana, bahwa tradisi pukul sapu memberikan kesempatan bagi para pelaku Usaha Mikro Keci
Penulis: Maula Pelu | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Momentum Tradisi Pukul Sapu di Negeri Morella merupakan salah satu ajang promosi produk UMKM bagi setiap wisatawan yang turut menyaksikan tradisi tersebut.
Raja Negeri Morella, Fadil Sialana mengatakan, tradisi pukul sapu memberikan kesempatan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk memperkenalkan produk-produk mereka.
"Dalam kesempatan ini, Negeri Morella juga ingin menunjukkan bahwa kami memiliki produk lokal yang tak kalah menarik," jelasnnya.
Pantauan TribunAmbon.com, Rabu, 17 April 2024, beberapa produk lokal yang dipamerkan antara lain Sagu Tumbu, Jus Pala, Roti Kenari, Kripik Pisang Coklat, dan Kripik Pisang Tiramisu.
Baca juga: Kapolresta Cek Persiapan Tradisi Pukul Sapu 2024
Produk-produk tersebut merupakan hasil dari UMKM yang difasilitasi oleh Bumneg Nustapi, Negeri Morella.
Bagi para wisatawan yang hadir dalam acara Tradisi Pukul Sapu, mereka tak perlu khawatir pulang dengan tangan hampa.
Sebab, selain dapat menikmati tradisi yang unik dan memikat, wisatawan juga berkesempatan turut mendukung UMKM lokal dengan membeli produk-produk yang dipajang.

Adapun harga-harga produk lokal yang ditawarkan pada acara tersebut adalah sebagai berikut:
- Sagu Tumbu: Rp. 30.000
- Jus Pala: Rp. 8.000 per karton, dijual Rp. 180.000
- Roti Kenari: Rp. 25.000
- Kripik Pisang Coklat: Rp. 18.000
- Kripik Pisang Tiramisu: Rp. 15.000
Raja Negeri Morella menegaskan bahwa acara ini harus memperkuat keberlanjutan budaya dan ekonomi lokal.
"Keberlangsungan budaya dan produk lokal masyarakat, Negeri harus tetap mendorong dan mendukung," tegasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.