Bacaan Doa

Bacaan Niat Shalat Hajat: Ushalli Sunnatal Hajati Rak Ataini Adaan Lillahi Taala

Mengutip laman Kemenag, berikut bacaan niat, tata cara, dan bacaan doa yang di lafadzkan saat melaksanakan solah hajat. 

TribunWowo.com
Mengutip laman Kemenag, berikut bacaan niat, tata cara, dan bacaan doa yang di lafadzkan saat melaksanakan solah hajat.  

TRIBUNAMBON.COM - Bacaan niat Sholat Hajat lengkap dengan tata caranya.

Seperti diketahui, apabila seorang muslim memiliki keinginan atau tengah menghadapi suatu masalah, dianjutkan melaksanakan Shalat hajat. 

Mengutip laman Kemenag, berikut bacaan niat, tata cara, dan bacaan doa yang di lafadzkan saat melaksanakan solah hajat. 

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain (Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002], cetakan I, halaman 103) menyebutkan bahwa orang yang sedang mengalami kesempitan, berhajat untuk kemaslahatan agama dan dunianya, dan merasakan kesulitan, hendaklah melakukakun shalat hajat.

Adapun cara melaksanakan shalat hajat adalah sebagaimana berikut:

1. Niat melaksanakan shalat hajat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal hajati rak'ataini ada'an lillahi ta'ala

“Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.”

2. Membaca Surat Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek (dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas dan ayat kursi).

Baca juga: Doa Iftitah Dilakukan Setelah? Contoh Soal UTS PAI BP Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka

Baca juga: 20 Ucapan Isra Miraj 2024, Penuh Makna Doa dan Harapan

Baca juga: Ini Doa dan Dzikir Pagi Petang saat Isra Miraj

Baca juga: Jelajah Kata dari Puisi Berjudul Doa, Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 154 Kurikulum Merdeka

Baca juga: Harapan dan Doa Denise untuk Jaden Bowen Yap, Anak Semata Wayangnya

Baca juga: Gelar Doa Bersama Pergantian Tahun, Pj Wali Kota Tual Harap Tetap Rawat Persaudaraan

3. Setelah selesai shalat, dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa sebagaimana berikut:

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Subḫânal-ladzî labisal-‘izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-‘izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as’aluka bimu‘âqidil-‘izzi min ‘arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a‘dhami wa jaddikal-a‘la wa kalimâtikat-tâmmâtil-‘âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âli sayyidinâ Muḫammadin.

“Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,”

Setelah itu, dianjurkan juga untuk membaca doa Rasulullah saw sebagaimana riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved