Rabu, 15 April 2026

Maluku Hari Ini

Pemkot Ambon dan Bank Maluku Teken Kerja Sama Kartu Kredit

Direktur Kepatuhan PT. Bank Maluku - Malut, Abidin dalam sambutannya mengatakan, KKI menjadi salah satu hal untuk mewujudkan transaparansi dan akuntab

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Mesya Marasabessy
AMBON: Pemkot Ambon dan Bank Maluku - Malut menandatangani perjanjian kerjasama Kartu Kredit Indonesia (KKI), Kamis (18/1/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

ADV, TRIBUNAMBON.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Bank Maluku - Maluku Utara (Malut) menandatangani perjanjian kerja sama Kartu Kredit Indonesia (KKI), Kamis (18/1/2024).

Direktur Kepatuhan PT. Bank Maluku - Malut, Abidin dalam sambutannya mengatakan, KKI menjadi salah satu hal untuk mewujudkan transaparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah melalui penerapan penggunaan Uang Persedian (UP) secara non tunai dalam pelaksanaan belanja daerah.

Dimana hal ini sering menjadi kendala dalam mendunkung transaksi belanja barang jasa modal dan uang perjalanan dinas.

“Sehingga diluncurkannya KKI merupakan momentum penting dalam perwujudan elektronifikasi Pemkot Ambon yang dapat mendorong pengelolaan keuangan pada sisi belanja dengan lebih efektif dan efisien,” kata Abidin.

Penandatanganan perjanjian kerja sama hari ini lanjutnya, merupakan pintu bagi Bank Maluku - Malut untuk mengawali pola-pola kerja yang sistematis dalam melakukan pengelolaan potensi-potensi yang ada di dalamnya.

Salah satunya yakni penerapan smart government dan cashless society.

Abidin menambahkan, implementasi penggunaan KKI sebagai bentuk kepatuhan atas regulasi yaitu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 79 tahun 2022.

Baca juga: Bank Maluku Malut Sosialisasi Pembukaan Rekening untuk Pelaku Usaha

“Implementasi menjadi terobosan untuk mendukung integrasi keuangan digital di Pemkot Ambon yang diharapkan akan berkontribusi pada optimalisasi pengelolaan kas daerah dan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan keuangan inklusif, kesehatan fiskal, dan efisiensi ekonomi,” ungkapnya.

Abidin menuturkan, Bank Maluku - Malut dalam mengimplementasikan elektronifikasi transaksi Pemda diharapkan mampu meminimalisasi kendala dalam pembayaran tunai.

Seperti uang tidak diterima karena lusuh/sobek/tidak layak edar dan meningkatkan efisiensi saat transaksi di mana masyarakat tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar.

Dengan demikian, dapat meningkatkan efektivitas transaksi yaitu menghindari adanya kesalahan hitung atau human error.

“Pada gilirannya Gerakan Nasional Non Tunai akan dapat mewujudkan ekosistem cashless
society,” tandasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved