Pemilu 2024

Bawaslu Ungkap Pertarungan Kampanye Lebih Banyak di Dunia Digital

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menyebut pertarungan 'berbau persaingan" yang saling menjelekkan ada dalam dunia digital atau media sosial (medsos). 

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Bawaslu RI
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menyebut pertarungan 'berbau persaingan" yang saling menjelekkan ada dalam dunia digital atau media sosial (medsos).  

TRIBUNAMBON.COM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mengungkapkan, tahapan kampanye Pemilu 2024 terkesan adem ayem bila dibandingkan Pemilu 2024

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menyebut pertarungan 'berbau persaingan" yang saling menjelekkan ada dalam dunia digital atau media sosial (medsos). 
 
"Saat ini memasuki tahapan Kampanye dan sudah memasuki cepat capres (calon presiden) pertama. Ada yang bilang kesannya adem ayem dibandingkan Pemilu 2019. Tetapi sebenarnya pertarungannya itu di dunia digital. Medsos dengan berbagai fitur video seperti TikTok sangat kuat untuk mempengaruhi," katanya dilansir dari laman resmi Bawaslu.go.id, Minggu (17/12/2023).
 
Untuk itu, dia meyakinkan, masyarakat perlu memanfaatkan tahapan kampanye ini dalam mencari informasi sebanyak-banyaknya. Hal kedua untuk mengedukasi hal-hal yang dirasakan tidak benar," sebutnya. 
 
Dalam mencari informasi tersebut, lanjutnya, masyarakat juga perlu mengetahui apa yang menjadi bagian pelanggaran pemilu.

"Kalau menemukan dugaan pelanggaran bisa melaporkan kepada Bawaslu. Tetapi kita perlu tahu dulu yang melanggarnya apa? Kita tahu bagaimana melaporkannya dan ketiga tahu mekanismenya," jelas mantan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat ini. 
 
Lolly kembali mengingatkan dunia digital saat ini amat memberikan pengaruh yang besar dalam menyampaikan informasi.

Karenanya dia berharap, masyarakat dapat menyaring informasi yang benar dan bersedia menjadi bagian dari pengawasan partisipatif pemilu. 
 
"Dunia digital sangat kuat pengaruhnya, tetapi saringannya masih kurang. Karena itu, perlu untuk tahu dan tak terpancing meneruskan informasi yang tak benar. Kita perlu 'aware' situasi pelanggaran di sekitar kita," tuturnya. 
 
Dalam melakukan pengawasan partisipatif pemilu, Lolly berharap masyarakat tak sungkan melaporkan dugaan pelanggaran kepada Bawaslu.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Menyelamatkan Bayi Baru Lahir

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved