Wisata Maluku
Itenerary Seharian Wisata di Ambon, Bisa ke Mana Saja?
Anda masih bisa memanfaatkan waktu seharian itu untuk mengeksplor keindahan Pulau Ambon. Mulai dari destinasi wisata hingga kulinernya.
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Rasanya tidak cukup jika hanya menghabiskan satu hari di Pulau Ambon, Provinsi Maluku.
Namun, lain ceritanya bagi mereka yang hanya sekedar berkunjung untuk kerjaan, atau transit saja.
Anda masih bisa memanfaatkan waktu seharian itu untuk mengeksplor keindahan Pulau Ambon.
Mulai dari destinasi Wisata Maluku hingga kulinernya.
Berikut ini beberapa rekomendasi destinasi Wisata Maluku yang terletak di Pulau Ambon, dapat dikunjungi meski Anda memiliki waktu terbatas;
Terletak di pusat kota, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi, Sirimau, Kota Ambon membuat simbol perdamaian dunia ini sangat mudah diakses.
Monumen Gong Perdamaian Dunia di Ambon ini merupakan gong perdamaian dunia ke-35 di dunia dan ketiga di Indonesia.
Tak heran, wisatawan kerap berkunjung ke sini sekaligus menambah wawasan terkait tragedi kemanusiaan umat beragama di Ambon pada tahun 1999.
Pendirian gong ini sebagai simbol perdamaian bagi masyarakat Ambon, Maluku.
Gong ini diresmikan pada 25 November 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Di sekeliling halaman Gong Perdamaian Dunia, terdapat stand Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) yang menjajalkan aneka kuliner siap disantap pengunjung.
Baca juga: Mau ke Banda Neira? Ini Rekomendasi Wisata yang Wajib Dikunjungi, Indah dan Kaya Nilai Sejarah
Selain sebagai situs bersejarah, Gong Perdamaian Dunia ini juga kerap dijadikan sebagai lokasi kegiatan budaya, dan pertujukan seni.
2. Christina Martha Tiahahu
Keberanian perempuan dalam membela Tanah Air tercinta, dapat dilihat dari gagahnya patung Martha Christina Tiahahu.
Patung ini dibangun untuk mengenang jasa pahlawan perempuan dari tanah Maluku dalam melawan para penjajah.
Martha Christina Tiahahu dan ayahnya (Paulus Tiahahu) serta Kapitan Pattimura bersatu dalam mengusir penjajah di Nusalaut, Maluku.
Bukti sejarah ini berlokasi tak jauh dari pusat Kota Ambon, yakni di Karang Panjang, tepatnya di sebelah Kantor DPRD Provinsi Maluku.
Berdasarkan sejarah, Patung ini diarahkan ke Laut Banda, untuk mengenang jasad pahlawan wanita nasional ini yang dikuburkan di Laut Banda
Adapun tinggi patung ini sekitar 6-7 meter.
Terbuat dari perunggu, Tiahahu ditampilkan membawa tombak, tetapi berdasarkan legenda, ia melemparkan batu ke tentara Belanda ketika pasukannya kehabisan amunisi dalam pertempuran melawan Belanda.
3. Pantai Liang
Jika Anda ingin menikmati suasana pantai dengan air laut yang jernih, Pantai Liang bisa jadi itenerary selanjutnya.
Membutuhkan sekitar 1 jam dari pusat kota, dijamin tak akan menyesal.
Jika Anda dari arah Bandara Pattimura Ambon, jarak tempuh kurang lebih 45 menit.
Lelah selama perjalanan bakal terbayar dengan panorama pantai menakjubkan yang dilewati sepanjang jalan menuju Panti Liang.
Pantai Hunimua atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pantai Liang berlokasi di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
Pantai ini pernah dinobatkan sebagai pantai terindah di Indonesia pada 1990 oleh United Nations Development Programme (UNDP) - Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).
Hamparan pasir putih dan air laut yang jernih, membuat pengunjung sejenak melupakan semua persoalan.
Banyak aktivitas di Pantai Liang yang bisa dilakukan, mulai dari piknik ala-ala beralaskan tikar, bermain banana boat, hingga berenang.
Jangan lupa cicipi Pisang Goreng dan sambal di gazebo kuliner ya!
Mungkin Anda pernah mendengar Rujak Natsepa?
Rujak Natsepa adalah salah satu kuliner Ambon yang kerap dirindukan para pelancong.
Berkunjung ke Pantai Natsepa selaiknya double kill.
Tak hanya pemandangan picturesque yang dinikmati, namun kuliner berbahan dasar buah-buahan tropis dicampur dengan saos kacang ini juga menambah pengalaman traveling Anda.
Bayangkan dari Pantai Liang, menuju balik ke Kota Ambon mampir dulu di Pantai Natsepa dalam hitungan 15 menit jarak tempuh.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/rujak-tapal-kuda.jpg)