Info Islam
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini 4 Caranya Mencintai Rasulullah SAW
Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni tanggal 12 Rabiul Awwal hijriah
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Hari ini, umat Islam diseluruh dunia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (28/9/2023).
Maulid Nabi merupakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni tanggal 12 Rabiul Awwal hijriah.
Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini sekaligus ditetapkan sebagai hari libur Nasional oleh Pemerintah berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.
Dalam memperingati Maulid Nabi, pendakwah Buya Yahya membagikan bagaimana caranya mencintai Rasulullah SAW.
Cinta kepada Rasulullah SAW adalah salah satu aspek penting dalam menjalankan ajaran Islam.
Dikutip dalam laman Al – Bajah, Ada 4 amalan atau cara yang berguna untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW menurut Buya Yahya.
Baca juga: 20 Contoh Soal Tes Wawasan Kebangsaan CPNS 2023
1. Membiasakan Diri dengan Sunnah Nabi
Salah satu cara paling efektif untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah adalah dengan membiasakan diri kita dengan Sunnah Nabi.
Buya Yahya menekankan pentingnya melihat Nabi Muhammad dengan hati saat kita menjalankan sunnah-sunnahnya.
Ini berarti kita harus menjalani rutinitas sehari-hari dengan lebih khusyuk dan penuh keseriusan, mengingat Rasulullah dalam setiap tindakan kita, seperti makan, tidur, berpakaian, dan lainnya.
2. Bersholawat kepada Rasulullah
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah bersholawat kepada Rasulullah.
Sholawat adalah bentuk doa dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Buya Yahya mengingatkan bahwa kita harus membiasakan diri membaca sholawat secara khusyuk, bukan sekadar menghitung berapa kali kita membacanya.
Sholawat yang dilakukan dengan penuh khusyuk akan mengundang rahmat Allah kepada kita, dan ini merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah.
3. Membaca Sejarah Nabi
Membaca sejarah Nabi Muhammad SAW adalah langkah berikutnya dalam membangun rasa cinta kepada beliau.
Dengan memahami kehidupan, perilaku, dan tindakan beliau, kita akan semakin dekat dengan beliau.
Buya Yahya menyarankan agar kita membaca sejarah Nabi secara serius dan tidak hanya sekadar membaca ringkasan atau maulid.
Sejarah Nabi adalah sumber inspirasi dan pengetahuan yang sangat berharga bagi umat Islam.
Dalam ceramahnya Buya Yahya mengingatkan bahwa kita juga harus hati hati dalam memilih buku sejarah nabi yang dibaca.
4. Menyadari Hikmah untuk Umat Nabi
Dalam ceramah Buya Yahya yang penuh hikmah, beliau mengajak kita untuk memahami esensi peran dan tanggung jawab kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW.
Buya Yahya menekankan bahwa kita harus memiliki kesadaran yang mendalam bahwa setiap individu dalam umat ini memiliki hubungan spiritual yang erat dengan Nabi Muhammad, bukan sekadar sebagai seorang pemimpin dalam sejarah, tetapi juga sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Kita adalah umat Nabi Muhammad, dan dengan kesadaran ini, kita memiliki tugas suci untuk menjalani kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai Islam yang diajarkannya.
Selain itu, Buya Yahya mengingatkan bahwa berkhidmah (melayani) untuk umat adalah wujud konkret dari cinta dan kasih sayang kita kepada Rasulullah.
Dalam khidmah ini, kita dapat membantu orang lain untuk semakin mengenal Nabi Muhammad dan ajarannya, membantu mereka dalam perjalanan spiritual mereka, dan pada akhirnya, mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang peran kita sebagai umat Nabi Muhammad, Buya Yahya juga menyoroti pentingnya berpartisipasi dalam majelis taklim, pesantren, dan berbagai program yang memfasilitasi pembelajaran dan pengamalan agama.
Ini adalah tempat-tempat di mana kita dapat belajar dan mengajarkan ajaran Islam dengan penuh hikmah, di mana kita dapat membagikan cinta dan pengetahuan kita tentang Rasulullah kepada sesama umat.
Dengan demikian, kita dapat menjadi bagian dari usaha untuk menjaga ajaran Rasulullah tetap hidup dan relevan di tengah-tengah masyarakat, sehingga semakin banyak orang dapat mengenal dan mencintai Nabi Muhammad SAW serta mendekatkan diri kepada Allah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Buya-yahhya-1.jpg)