Sabtu, 25 April 2026

Selamat! Sanggar Seni Al-Muzaffar Batu Merah Ambon Akhirnya Dikukuhkan

Sanggar Al-Muzaffar yang bermarkas di Asrama Militer (Asmil) Batu Merah Dalam, Kota Ambon telah dikukuhkan

Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Salama Picalouhata
Fahroni
Kepala Dinas Parawsita Kota Ambon, Rico Hayat saat mengukuhkan Sanggar Al-Muzaffar di Grand Avira Kota Ambon, Senin (14/8/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fahroni Slamet

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Sanggar Al-Muzaffar yang bermarkas di Asrama Militer (Asmil) Batu Merah Dalam, Kota Ambon telah dikukuhkan secara resmi oleh Kepala Dinas Parawisata Kota Ambon, Senin (14/08/2023).

Sanggar yang berfokus pada kesenian dengan balutan agama itu awalnya adalah grup qasidah di tempat dia bermarkas.

Ketua sanggar, Dedy Bagong dalam sambutannya menjelaskan sanggar ini sudah eksis enam tahun lamanya.

"Sanggar ini memiliki nama Al-Muzaffar yang dibentuk oleh saya sendiri, sanggar ini juga telah banyak mengikuti kegiatan yang bernuansa keagamaan, grup ini juga sudah cukup sering mengisi acara-acara sepeti perkawinan, atau perlombaan lainnya sejak tahun 2017," katanya.

Lalu lanjutnya, seiring dengan perjalanannya dalam berkesenian, sang ketua bersama anggota lain ingin melegalkan komunitas seni ini.

"Lalu seiring waktu terlintas dalam pikiran kami, kami ingin melegalkan, sehingga dia bisa terdaftar sebagai organisasi pemerintahan," lanjutnya.

Dia berharap, ini bisa menjadi alat pendorong dan juga pelestarian kebudayaan lokal Maluku dan Kota Ambon melalui Dinas Parawisata.

Dalam kesempatan yang sama, para pengurus dan anggota tetap sanggar secara seremonial dikukuhkan oleh Kepala Dinas Parawisata Kota Ambon, Rico Hayat dengan pemukulan tifa didepan para hadirin yang hadir.

Kemudian, Hayat dalam sambutannya berharap agar dengan pengukuhan ini, sanggar Al-Muzaffar bisa bertanggungjawab sebaik-baiknya dan menjalankan tugas dalam hal ini pelestarain budaya di Maluku dan Kota Ambon.

"Saya secara resmi mengukuhkan sanggar dan berharap agar para pengurus bisa menjalankan tugas dan membantu agar melestarikan budaya dan adat serta nilai-nilai budaya yang luhur," kata Hayat.

Para hadirin pun disuguhkan tarian Cakalele, Sawat, Lenso, dan Samrah ala Sangga Al-Muzaffar.

Kemudian para penari yang terbagi meniadi 4 sesi itu bergabung dengan menampilkan tarian kolaborasi dari keempat tarian itu.

Para penonton pun kagum dengan penampilan tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved