Info Daerah
Jalan di Kecamatan Kepala Madan Memprihatinkan, Warga Terpaksa Terobos Kubangan Lumpur
Badan jalan tanpa aspal kondisinya sangat memperihatikankan setelah hujan mengguyur. Alhasil, lumpur memenuhi ruas jalan tersebut sehingga menyulitkan
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Fandi Wattimena
Laporan wartawan Tribunambon.com, Fajrin S Salasiwa
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Jalan penghubung antar desa di Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan sangat memperihatikan.
Badan jalan tanpa aspal kondisinya sangat memperihatikankan setelah hujan mengguyur.
Alhasil, lumpur memenuhi ruas jalan tersebut sehingga menyulitkan hilir mudik kendaraan.
Salah seorang warga Desa waekeka, Nur Tidore mengeluhkan kondisi tersebut.
Diungkapkan, tidak sekali kendaraan roda dua terjatuh saat melintas.
Sementara roda empat harus berurusan dengan kubangan lumpur tebal yang menghambat laju kendaraan.
"Sudah lama terhitung puluhan tahun jalan kami begini, kalau boleh berkata jujur kami sangat menderita dengan kondisi jalan yang tak beraspal," tutur Nur kepada TribunAmbon, Jumat (28/4/2023).
Baca juga: Kasus Kontainer Tercebur di Namlea, Polisi Bakal Periksa Kru KM. Dorolonda
Baca juga: Korupsi Dana SIMDes Tanimbar, Mantan Sekda Divonis 1.3 Tahun Penjara
Karena jalanan tersebut akses utama, warga tidak punya pilihan lain selain menerobos.
"Kami cuma bisa pasrah saja, karena buang-buang waktu dan tenaga kalau mau disoroti, Tidak akan direspon pemerintah,padahal mereka dipilih oleh masyarakat untuk melihat kesusahan masyarakat" kata Nur.
Lanjutnya, Sebagian besar warga adalah petani yang tentu harus mendistribusikan hasil panen ke pasar di ibu kota kabupaten.
"Mayoritas masyarakat desa kami ini petani, dengan hasil pertanian berupa cabai, dengan kondisi jalan seperti ini tentu saja menyulitkan aktifitas dan menghambat laju ekonomi masyarakat," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Jalan-Waekaka.jpg)