Penanganan TBC
Kasus TBC di Maluku Naik 48,5 Persen di 2022
Duta Stunting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail mengatakan Maluku berada pada posisi ke 18 dengan kasus TBC tertinggi.
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kasus Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Maluku alami peningkatan sebanyak 48,5 persen di 2022.
Duta Stunting Provinsi Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail mengatakan Maluku berada pada posisi ke 18 dengan kasus TBC tertinggi.
Sementara berdasarkan data World Health Organization (WHO), Indonesia berada di peringkat kedua di dunia setelah India.
"Dari data WHO tahun 2022 Indonesia Kembali menduduki peringkat kedua di dunia setelah India dalam Kasus TBC, di mana Provinsi Maluku sebanyak 48,5 persen menjadi urutan ke-18 di Indonesia, dari 34 provinsi," kata Widya saat pembukaan pojok TBC dan Stunting Mandiri Negeri Laha, Senin (3/4/2023).
Diketahui, kasus TBC di Maluku meningkat tajam dibanding tahun 2021.
Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2021, Maluku berada di posisi 26 dengan jumlah kasus 2.871.
Kasus TBC paling banyak ditemukan di Jawa Barat, diikuti Jawa Tengah dan Jawa Timur
Kasus TBC paling banyak ditemukan di kelompok umur 45–54 tahun dengan proporsi 17,5 persen dari total kasus nasional.
Diikuti kelompok umur 25–34 tahun dengan proporsi 17,1 persen, dan kelompok umur 15–24 tahun sebanyak 16,9 persen.
Baca juga: Ada Pojok Peduli TBC dan Stunting Mandiri di Negeri Laha - Ambon, Ini Fungsinya
Widya Pratiwi Murad Ismail mengatakan dalam upaya bersama untuk menurunkan angka pasien TBC dan prevalensi stunting, Pemerintah Provinsi Maluku juga telah membuat dua pojok TBC dan stunting Mandiri.
Yakni di Gorom, Kecamatan Seram Bagian Timur dan Kota Ambon.
“TBC dan stunting masih menjadi masalah serius yang perlu penanganan intensif dan komprehensif. TBC dan stunting adalah dua masalah yang saling berhubungan sertta memiliki timbal balik, karena ciri-ciri anak TBC dan stunting hampir sama, dimana berat badan tidak sesuai dengan usia, batuk terus-terusan, dan demam. Saya sangat peduli dengan stunting karena kita harus mempersiapkan anak-anak kita menjadi generasi emas, yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/342023-Duta-Stunting.jpg)