Breaking News:

Rumahnya Rusak Diduga Akibat Proyek Perumahan Bukit Hijau Ambon, Warga Kusu-kusu Tuntut Ganti Rugi

PT Matriecs Cipta Anugrah (MCA) selaku pengembang Perumahan bagi Masyakarat Berpenghasilan rendah (MBR) secara resmi digugat ke PN Ambon.

Tanita
Kerusakan rumah yang dialami Warga Kusu-kusu, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Stelly Bath Noya akibat proyek Perumahan Bukit Hijau Ambon 

Laporan Wartawan Tribun Ambon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - PT Matriecs Cipta Anugrah (MCA) selaku pengembang Perumahan bagi Masyakarat Berpenghasilan rendah (MBR) secara resmi digugat ke Pengadilan Negeri Ambon.

Pasalnya, akibat Pembangunan Perumahan Bukit Hijau Urimessing di Kusu-kusu, Kecamatan Nusaniwe, Ambon itu, rumah milik Stelly Bath Noya jebol dan rusak parah.

Demikian disampaikan Penasihat Hukum Stelly, Alfred Tutupary kepada wartawan, Selasa (24/1/2023) sore.

"Terhadap seluruh dugaan tidak adanya etikad baik dari pihak perusahaan, kami sebagai kuasa hukum mewakili klien kami telah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap dalam bentuk gugatan sederhana terhadap PT matrix Cipta Anugerah," kata Tutupary.

Kerusakan rumah yang dialami Warga Kusu-kusu, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Stelly Bath Noya akibat proyek Perumahan Bukit Hijau Ambon
Kerusakan rumah yang dialami Warga Kusu-kusu, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Stelly Bath Noya akibat proyek Perumahan Bukit Hijau Ambon (Tanita)

Dijelaskannya, sebelum ajukan gugatan, kliennya telah membuka ruang untuk menyelesaikan secara baik-baik.

Sayangnya, berulang kali somasi namun PT MCU yang dipimpin Maya Kailola diniliai tak ada etikad baik.

Kailola sebelumnya menawarkan ganti rugi rumah sebesar Rp 24 Juta dan pembangunan Talud sebesar Rp 90 Juta, dengan catatan harus PT MCA yang mengerjakan.

Tawaran ganti rugi itu tak sesuai standar pengerjaan dan tidak mempertimbangkan kerusakan yang dialami keluarga Noya.

Mulai dari tanah hingga rumah.

Padahal, akibat pembangunan proyek perumahan tersebut, korban dan ibunya tinggal dalam ketakutan, sewaktu-waktu rumahnya amblas sepenuhnya.

Awalnya korban meminta biaya rehabilitasi rumah dan pembangunan talud sebesar Rp450 juta.

Usai negosiasi pertama dan menggunakan konsultan teknis maka nilainya turun ke Rp100 juta lebih.

Itupun tak ada kelanjutan dari PT. MCA.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved