Breaking News:

Mangrove Mati

PLN UIW Maluku Maluku Utara Siapkan 500 Bibit Tuk Rehabilitasi Mangrove Mati di Poka

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIW MMU, M. Syaiful Ali kepada TribunAmbon.com, Selasa (24/1/2023).

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Mangrove di Pantai Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Senin (16/1/2023) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pasca matinya ratusan Mangrove di Poka, PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku Maluku Utara menyiapkan sebanyak 500 bibit mangrove.

Demikian disampaikan Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIW MMU, M. Syaiful Ali kepada TribunAmbon.com, Selasa (24/1/2023).

Syaiful mengatakan, ratusan bibit tersebut untuk mengembalikan kawasan mangrove yang mengering karena bocornya pipa BBM imbas proyek pengerjaan Jembatan Wai Poka, tepat didepan PLTD Poka.

"Kita sebenaranya juga ada rencana untuk konservasi, sudah ada 500 bibit mangrove yang kami sediakan," kata Syaiful Ali.

Baca juga: Arman Kalean Duga Proyek Pembangunan Jembatan Merusak Hutan Mangrove di Poka Ambon

Baca juga: Arman Kalean Duga Proyek Pembangunan Jembatan Merusak Hutan Mangrove di Poka Ambon

Penanaman bibit kembali itu, lanjut Syaiful, masih dipertimbangkan.

Pasalnya, Ikatan Alumni Universitas Pattimura Ambon (Ikapatti) merekomendasikan untuk tidak ditanam kembali.

Mengingat, tanah tempat mangrove tumbuh tersebut, sudah tercemar minyak.

"Kami bekerjasama dengan Ikapatti untuk menanam kembali, kita maunya disitu. Ikapatti sarankan jangan disitu. Karena pengaruh disitu sudah sampai tanahnya, takutnya tanam disitu percuma," tambahnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil penelitian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku, terdapat kandungan minyak di kawasan tersebut namun masih dibawah standar baku mutu.

Penyebab matinya ratusan bakau pada Juli 2022 tersebut pun hingga kini tak diketahui.

Dugaan sementara pun akibat pipa BBM yang bocor akibat pemindahan pipa oleh pihak pengerja jembatan Wai Poka.

Ataupun dari limbah bengkel dan sampah yang dibuang warga sekitar.

Pihak PLN berharap, ada solusi tepat bersama untuk kawasan tersebut. (*) 

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved