Breaking News:

Mangrove Mati

Puluhan Mangrove Kering, Ruslan Tawarin Sarankan Konversi Lahan Hutan Bakau di Poka

Diketahui, hampir 100 pohon bakau mengering hingga mati sejak Juli 2022, dan hingga kini belum ada upaya pelestarian atau perlindungan.

Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Mangrove di Pantai Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Senin (16/1/2023) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fahroni Slamet 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ketua penelitian mangrove dari Ikatan Alumni Universitas Pattimura (Unpatti) Ruslan Tawarin menyarankan konversi lahan mangrove di Pantai Poka, Kecamatan Teluk Ambon.

Menurutnya, langkah tepat mengingat ekosistem di area tersebut rusak parah.

Diketahui, hampir 100 pohon bakau mengering hingga mati sejak Juli 2022, dan hingga kini belum ada upaya pelestarian atau perlindungan.

“Itu harusnya di Konversi saja, tanahnya juga tidak layak, bisa jadi tempat rekreasi atau atapun itu, tidak cocok di tumbuhi bakau lagi, kalo mau juga harus bleaching itu memakan banyak dana,” ujarnya.

Dijelaskan, pasca kejadian 7 orang yang tergabung dalam tim peneliti dengan latar belakang keilmuan yang berbeda meneliti mengeringnya mangrove tersebut.

“Jadi kita ada 7 orang berdasarkan keahlian masing-masing, ada ahli tanah, ada Mangrove, ada pencemaran,” lanjutnya.

Agenda itu setelah dikonfirmasi terjadi pada 10 September 2022.

Temuannya, kematian Mangrove tersebut karena adanya tumpahan minyak menurutnya.

“Itu ada tumpahan minyak, minyak itu kan dia menutup berpori-pori tumbuhan itu (Mangrove),” katanya.

Baca juga: Berencana Reboisasi, Ternyata Tanah di Kawasan Mangrove Kering di Poka Sudah Tak Layak Tanam

Baca juga: Puluhan Mangrove di Poka Kering, Pelupessy: Tidak Mungkin Mati Sendiri

Tawarin juga menjelaskan terkait proses keringnya mangrove itu.

“Jadi mangrove itu kan hidupnya dari akar, akar itu yang bernafas, nah minyaknya itu yang membuat penutupan pada pori-pori tanaman itu yang menyebabkan kekeringan,” Lanjutnya.

Lanjutnya, minyak yang menyebabkan kematian mangrove itu tak melampui ambang batas.

“Jadi setelah kita uji kembali, minyak itu tak melampaui ambang batas,” tandasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved