Breaking News:

Imlek 2023

Ketua Walubi Maluku: Imlek Bukan Acara Agama, tapi Budaya China

Banyak orang Budha dan Konghucu berdatangan ke Vihara Gunung Nona untuk sembahyang dan berdoa kepada dewa dan para leluhur. 

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com / Alfin
IMLEK 2023: Ketua Walubi Maluku, Wilhelmus Jauwerissa saat di wawancarai awak media terkait dengan perayaan Imlek di Kota Ambon, Minggu (22/1/2023) 


Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2567 dirayakan umat Tionghoa, Minggu (22/1/2023).

Tak terkecuali di Ambon, sejumlah pernak-pernik Imlek, seperti lampion pun dipasangkan di sejumlah titik pusat kota.

Banyak orang Budha dan Konghucu berdatangan ke Vihara Swarna Giri Tirta, di Gunung Nona untuk sembahyang dan berdoa kepada dewa dan para leluhur. 

Lalu apakah Imlek itu berkaitan dengan ritual keagamaan tertentu?

Atau hanya kebudayaan dari bangsa China?

Saat ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa perayaan Imlek merupakan suatu keyakinan atau peringatan Agama.

Namun, hal tersebut diluruskan Ketua Walubi Maluku, Wilhelmus Jauwerissa.

Menurut Wilhelmus Jauwerissa bahwa perayaan Imlek ini merupakan tradisi atau budaya.

Imlek merupakan pesta rakyat orang Tionghoa yang sudah menjadi kebudayaan dalam kurun waktu setahun sekali.

“Jadi kita rayakan tahun baru imlek ini dengan berdoa agar diri kita, keluarga dan Negara ini dijauhkan dari segala mara bahaya,” ucapnya kepada awak media saat ditemui di Vihara Gunung Nona, Minggu.

Baca juga: Malam Pergantian Tahun Baru Imlek di Solo, Masyarakat Disuguhkan 20 Menit Pesta Kembang Api

Jauwerissa menambahkan, Imlek identik dengan warna merah dan emas.

Emas itu melambangkan kemakmuran dan merah itu darah yang artinya kehidupan.

"Jadi kehidupan tanpa kemakmuran akan percuma, jadi itu harus berjalan bersama-sama atau beriringan," ujarnya.

Selain itu di Tahun Baru Imlek, yang dari Shio Macan air berganti dengan Kelinci Air.

Maka Ketua Walubi maluku berharap, semua umat diberikan kekuatan, dan tahun ini semua persoalan dan bencana dapat dihadapi bersama.

“Marilah di tahun Kelinci Air ini, kita selalu bepegangan tangan dan berdoa agar Indonesia terutama di Maluku terhindar dari berbagai masalah dan bencana alam.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved