Selasa, 21 April 2026

Ambon City of Music

Juli 2023, UNESCO Bakal Evaluasi Status Ambon City of Music

Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies mengatakan, UNESCO bakal mengevaluasi status dari Ambon City of Music pada Juli 2023 nanti.

Mesya
Direktur AMO, Ronny Loppies saat diwawancarai terkait kesiapan evaluasi UNESCO terhadap Ambon City of Music, Rabu (18/1/2023) sore. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Direktur Ambon Music Office (AMO), Ronny Loppies mengatakan, UNESCO bakal mengevaluasi status dari Ambon City of Music pada Juli 2023 nanti.

Evaluasi itu dibuat untuk nantinya mengetahui apakah Kota Ambon masih pantas mengemban status sebagai kota musik atau tidak.

Hasilnya, nanti akan diumumkan pada Oktober 2023.

“2023 ini AMO bekerja keras untuk pertahankan regulasi Ambon City of Music sesuai evaluasi UNESCO, dokumen pertanggungjawaban itu paling lambat Juli nanti kalau memang dilanjutkan berarti nanti diumumkan di Oktober,” kata Ronny Loppies kepada TribunAmbon.com, Rabu (18/1/2023) sore.

Untuk mempertahankan status itu, ia mengaku telah membuat berbagai program baik lokal maupun internasional sebagai indikator penilaian dari UNESCO.

Salah satu program dimaksud adalah mengikuti pertemuan tahunan yang di Santos, Brasil.

Baca juga: Rencana Konser Yellow Claw: Loppies Ingatkan Jika Ada Masalah Jangan Salahkan Ambon City of Music

Selain itu, AMO juga telah membuat program inovasi yang melibatkan sejumlah stakeholder dengan berbasis pada Music Tourism, Forest City, Creative City.

“Sehingga, beberapa hal yang dilakukan untuk pertahankan status itu Ambon City of Music baik lokal maupun internasional itu sudah terukur,” ungkapnya.

Tak hanya itu, beberapa program lainnya yang sementara diproses adalah membuat regulasi untuk produk rekaman, regulasi live musik di hotel, cafe dan restoran, serta membuat standarisasi profesionalisme.

Beberapa program lainnya juga termasuk pengembangan penonton musik, memberikan beasiswa dan dana riset untuk mempelajari musik di Ambon, dan membuat riset pasar dan analisis dampak ekonomi, budaya, sosial, dan politik.

“Beberapa program itu sempat terkendala karena Covid-19 dan sekarang sedang on process,” tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved