Breaking News:

Pungutan Liar

Ibu Korban Pelecehan Beberkan Borok Polsek Kairatu: Kasus Jalan Ditempat Hingga Minta Uang

Bagian Barat (SBB) tidak lagi percaya terhadap penyelesaian perkara yang diterapkan pihak kepolisian. Pasalnya, dugaan

Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Fandi Wattimena
thestar.com.my
Ilustrasi pelecehan 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Rahmat Tutupoho

PIRU, TRIBUNAMBON.COM - Keluarga korban pelecehan seksual di Desa Waimital, Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tidak lagi percaya terhadap penyelesaian perkara yang diterapkan pihak kepolisian.

Pasalnya, dugaan pelecehan terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan sejak 2021 di Polsek Kairatu itu tak kunjung ada kejelasan.

"Kasihan. Kami hanya ingin mencari keadilan atas perilaku yang dilakukan kepada anak saya (KHZ). Tetapi, ada saja alasannya," kata Ibu Korban, Nurjana kepada TribunAmbon.com, Rabu (18/1/2023).

Dia juga mengungkapkan hal tidak wajar dalam proses kasus tersebut, yakni campur tangan istri anggota penyidik, Aipda Anthonius Y Seko.

"Selain tidak percaya pihak polisi, kami merasa tak nyaman atas campur tangan istri penyidik," ungkapnya.

Lanjutnya, Istri penyidik mengintervensi tugas, tanggung jawab, dan pekerjaan yang diemban penyidik yang adalah suaminya.

Baca juga: Aparat Polsek Kairatu Dinilai Lambat, Ibu Korban Pelecehan Ngaku Tidak Lagi Percaya Polisi

Baca juga: Rencana Konser Yellow Claw: Loppies Ingatkan Jika Ada Masalah Jangan Salahkan Ambon City of Music

Bahkan, disebut istri penyidik juga meminta sejumlah uang untuk mempermudah penanganan kasus tersebut.

"Kurang lebih 10 juta lebih diminta secara bertahap dari kami. Itu istri si penyidik yang minta. Katanya untuk bayar sana-sini supaya kasus cepat selesai," ungkapnya.

Namun, pasca kasus tersebut diberitakan media, penyidik bersama Kapolsek mengatur pengembalian separuh uang, dan sisanya dikembalikan pada hari berikutnya.

"Setelah berita kelambatan perkara dimuat di media. Terus penyidik dan Kapolsek atur pengembalian. Tapi itu masih kurang. Mereka menipu kami," bebernya.

Hingga berita ini diterbitkan, penyidik belum merespon pesan yang dikirim TribunAmbon.com.

Saat dikonfirmasi perihal perkara ini, Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Darmawan enggan komentar panjang karena masih di luar daerah.

"Saya masih dalami. Nanti ya, saya juga masih di Jawa," balas Dennie. (*) 

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved